Langsung ke konten utama

bodoh-beberapa diantara-

._.
sekali ini sungguh, maaf kan :'(
ada beberapa hal yang mengganjal di hati. beberapa diantaranya telah tebuka dalam sebuah pengakuan malam itu. beberapa lagi entah ada dimana.
karena terbiasa memendam semua sendiri dan berusaha mati matian percaya dan yakin bisa memendam, maka selalu menjadi ini : bulir basah.
terikat pada beberapa hal, yang dulu sangat teramat di inginkan. tak bisa disangkal rasa sangat teramat itu mulai terkikis, entah salah pada siapa.
hal yang tak diinginkan, karena (sekali lagi) sulit untuk menolak dan takut mengecewakan-meski aku sadar betul tanggungjawabnya besar- yang kini berusaha mati mati an untuk aku hidupkan ruh semangat dan cinta di dalamnya.
terbiasa memendam dan menumpuk.
setiap perasaan dan kejadian.senang, sedih, sakit-selalu berusaha untuk terlihat baik baik saja- meski sungguh aku bukanlah aktris yang hebat.
rumah?
terlepas dari segala macam kejadian dan prahara, kebodohan besar yang acapkali aku ulang : jarang menelpon!
satu dari banyak kebodohan selanjutnya :
aku begitu rapuh dan sungguh teramat lelah untuk menjadi dewasa, akankah diizinkan sedikit pengecualian untukku agar dapat sewaktu waktu menjadi anak kecil?

"biar aku yang pergi,
bila tak juga pasti"
kahitna ~ cinta sendiri

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ada

Ada waktu waktu yang seharusnya kita lupakan Seperti membalik halaman novel kedua puluh menuju halaman dua puluh satu Atau bahkan langsung meloncat ke halaman empat ratus dua puluh enam, sedang halaman ke empat ratus dua puluh tujuh tempat frasa The End berada Ada senja senja yang mestinya terlewat begitu saja Meski hujan rintik, lampu taman meredup, bangku taman basah, anak-anak bermain bola dengan girang, Ada bunga bunga terlarang untuk kita simpan Yang kadang misteriusnya melebihi mawar, wanginya melebihi semerbak melati, teduhnya melebihi kamboja Ada Ada hal hal yang patutnya diacuhkan Tapi mantra apa yang perlu diucap? Jika saja mantra itu benar adanya ... Ada. Lafadznya 19 November 2015 ngga sengaja nemu puisi ini di laptop. puisi yang ditulis pada saat dirumah dan cuti kuliah.

Untukmu dek, yang mulai merasa lelah dan bosan

apa kabar adikku sayang? "sudah November Kak. Kabar kami semakin kacau. 3 minggu lagi TO Propinsi, kemaren ni siap ujian mid kak. Sekarang nilai yang diterima nilai-nilai asli aja lagi. masih banyak pelajaran yang belum ngerti Kak ........dst" (tersenyum, menatapmu lembut) kemudian engkau menghela napas pelan, "ibuk tu ngajarnya gak jelas Kak. Udah kelas 3 masih aja tetap suka ngantuk di kelas Kak. masih sering tidur dikelas. masih main kartu dikelas, masih nonton pas guru ndak masuk, masih jarang ke mesjid buat dhuha padahal kelas sudah semakin dekat jaraknya dengan mesjid. tapi masih lebih dekat ke nena sih Kak...." (masih menyimakmu berbicara) "masih suka telat lah beberapa kali Kak. Kadang curi-curi waktu buat cabut, soalnya pelajarannya membosankan. Adalah beberapa kali ngebuatkan surat izin teman. masih suka ngebaca novel atau komik pas lagi belajar. Sekarang malah lagi sering-seringnya cek TL twitter

Email, pagi ini.

Dear Mr. Manager Good morning Setelah menimbang dan berfikir berulang kali, saya minta maaf. I just feel so drained that i don't have energy to fill this paper. To stand by myself, for explained what i did. I feel like i lost myself at this point. I am sorry but on serious note, typing this email with teary eyes. ...