Setelah sekian waktu berusaha keras untuk menutup paksa sebuah kisah, Aku disini, selesai menyusut sisa tangis 2jam lalu. Selesai melipat kembali sajadah dan mukena putih, lalu menghampar di lantai. Menopangkan punggung pada pinggiran kasur, menaikkan volume musik agar kamar terasa sedikit berisik, cukup untuk meredam sedu sedan, dan menyiapkan segelas tinggi air putih, berjaga barangkali kerongkongan ku perih menelan dalam-dalam serak tangis dan suara teriak tertahan. Maka, ku mulai menulis kisah lalu itu di lembar ini. ... Lepas dari aku menamai perjalanan itu sebagai sebuah perpisahan, lepas dari aku mengetahui siapa yang tengah ku temani, lepas dari aku mengakui bahwa aku tengah mengagumi, lepas dari aku memberikan petunjuk pada rasa kagum itu, dan tak berbalas Aku telah mundur, semata karena tidak ingin berjuang di medan yang salah, sesederhana karena mengumpamakan jika aku ada di posisi wanitanya , seyakin-yakinnya telah salah tempat Seolah paham, atau barangk...