Dear Mr. Manager Good morning Setelah menimbang dan berfikir berulang kali, saya minta maaf. I just feel so drained that i don't have energy to fill this paper. To stand by myself, for explained what i did. I feel like i lost myself at this point. I am sorry but on serious note, typing this email with teary eyes. ...
Lelah juga ya. Tapi tak tau inginnya bagaimana. Aku salah. Sudah kuakui, aku minta maaf. Aku dapat sanksi. Tapi entah dibagian hati yang mana yang tidak terima. Aku belum bisa mendefinisikan tangis ini bentuk amarah atau penyesalan. Aku kesulitan menjelaskan apa yang aku rasa. Beberapa yang jelas seperti, itu kesalahanku. Tapi tak pernah ada unsur menyengajakan diri. Lalu dibagian mana jadi letak salahnya? Bahkan dampaknya pun tidak terlihat. Aku diajarkan untuk tidak menyalahkan man power. Tapi analisa sistemnya. Ku lakukan Tapi tak kudapatkan perlakuan yang sama. Ini sungguhkan muaranya adalah salahku? Atau faktor lain kah? Semoga aku tumbuh dengan kebijaksanaan yang baik. Bahwa ternyata tua tak menjamin bijaksana. Lebih berpengalaman tak menjamin luasnya sudut pandang.