Langsung ke konten utama

kamu (dan yang telah kamu perbuat)

kamu membuat saya harus mengeluarkan banyak kata hanya untuk mengungkapkan beberapa perasaan, karena tidak kunjung menemukan ungkapan yang sesuai. padahal itu adalah hal yang selalu saya hindari. mengeluarkan banyak energi untuk menyusun kalimat.
kamu membuat saya hanya mengeluarkan sedikit saja dari apa yang saya pikirkan dan rasakan terhadapmu. jelas-jelas itu bukan saya. banyak hal jadi tertahan kembali, menjadi surut karena saya takut. takut kamu tidak bisa menanggapinya seperti apa yang saya inginkan sebenarnya. memang menjadi kesalahan saya berekspektasi hingga akhirnya rentan kecewa dan khawatir jika tidak sesuai dengan ekspektasi.
kamu membuat saya lebih banyak menahan. menahan perasaan kesal, kecewa, sedih, marah, rindu sekalipun. karena saat memutuskan menjadi teman di hari mu, yang saya inginkan adalah menatap kedepan dan tidak berbalik arah. maka menahan dan menerima adalah hal yang senang saya lakukan, selalu.
kamu membuat pemahaman saya akan masa lalu tidak pernah menang karena dia selalu ada dibelakang menjadi sedikit terkikis. karena tampaknya bagi kamu masa lalu tidak begitu selisih jauh dengan hari ini. nyaris tampak bersisian. dan itu menjadi luka beberapa kali. kamu dengan sikap mu secara tidak sengaja membuat saya harus berpacu dengan masa lalu dan saya tidak akan pernah bisa menang dengan masa lalu mu, karena bagi kamu masa lalu tidak hanya kemarin, tidak hanya di belakang, tapi biasnya sudah mewarnai hari ini bahkan hingga hari esok dan seterusnya. pada beberapa kesempatan, kamu membuat saya mencemburui masa lalu. hal yang tidak pantas terjadi untuk seseorang yang begitu menghargai masa lalu seperti saya.
kamu membuat saya tidak banyak meminta. lucu nya itu terus terjadi bahkan disaat sepantasnya saya meminta, karena itu memang milik saya. saya sempat mengajukan satu permintaan saat itu kepadamu, sempat mengulang permintaan yang sama beberapa kali karena kamu acapkali tidak bisa memenuhinya. padahal sewajarnya itu tidak perlu menjadi permintaan karena merupakan hal yang butuh untuk kamu lakukan. dari sana saya memahami untuk tidak meminta apa-apa lagi dan menerima.
untuk satu sisi saya melihat kamu sebagai sosok yang rapuh, maka tidak bisa membuat saya terlalu dekat atau terlalu jauh. mungkin sikap yang saya lakukan terlihat sangat naif, tapi bagi saya itu cara untuk menikmati setiap keputusan yang telah di ambil.
dengan semua yang mampu kamu lakukan, saya menikmati dan perlahan bisa merasa nyaman.
saya tidak tau apakah saya pun membuat kamu merasa seperti ini atau itu, yang pasti kamu membuat saya belajar menjadi seorang perempuan dengan sifatnya yang halus, anggun, dan tegas dalam diam nya. terakhir, bagi saya sulit untuk bisa menerima disaat saya ingin terus memberi, dan nyaris mengabaikan jika semua orang ingin memberi maka siapa yang bisa menerima? lihat, menerima itu sulit, dan kamu membuat saya belajar untuk itu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ada

Ada waktu waktu yang seharusnya kita lupakan Seperti membalik halaman novel kedua puluh menuju halaman dua puluh satu Atau bahkan langsung meloncat ke halaman empat ratus dua puluh enam, sedang halaman ke empat ratus dua puluh tujuh tempat frasa The End berada Ada senja senja yang mestinya terlewat begitu saja Meski hujan rintik, lampu taman meredup, bangku taman basah, anak-anak bermain bola dengan girang, Ada bunga bunga terlarang untuk kita simpan Yang kadang misteriusnya melebihi mawar, wanginya melebihi semerbak melati, teduhnya melebihi kamboja Ada Ada hal hal yang patutnya diacuhkan Tapi mantra apa yang perlu diucap? Jika saja mantra itu benar adanya ... Ada. Lafadznya 19 November 2015 ngga sengaja nemu puisi ini di laptop. puisi yang ditulis pada saat dirumah dan cuti kuliah.

Email, pagi ini.

Dear Mr. Manager Good morning Setelah menimbang dan berfikir berulang kali, saya minta maaf. I just feel so drained that i don't have energy to fill this paper. To stand by myself, for explained what i did. I feel like i lost myself at this point. I am sorry but on serious note, typing this email with teary eyes. ...

ala Chef

Hi! Akhirnya update blog lagi. Btw, hari ini masak. Yah biasa sih, kalau dirumah emang harus masak sendiri, karena Mama kerja, pulangnya baru sore, jadi kalau mau makan sesuatu yang masih anget ya masak sendiri. Nanti z ceritain masak apa hari ini. jari luka Tadi waktu masak ada drama! darah di cangkang telor Jadi tadi mau motong jeruk nipis, karena masaknya di toko dan gak ada talenan (alas buat motong) jadi sok-sok an motong sambil megang jeruk nipisnya, terus yah alih-alih motong jeruk nipis malah motong jari telunjuk ^^ Langsung berdarah. Sebenernya luka nya gak begitu dalam, tapi Z  biasanya kalau luka, darahnya susah berhenti. Padahal papa udah bilang, motongnya di meja aja, dialas pakai plastik. Nanti luka jarinya. Dan kejadian. Karena malu, meskipun perih langsung ditutup pakai tissue. Masih sok-sok an gamau bilang, udah ngabisin dua tissue penuh darah segar dan darahnya sampai tumpah ke cangkang telor, terus dialirin air yang banyak banget, tetep aja darah...