Langsung ke konten utama

Zia

Berhenti mengeluh, Zia!
Mengeluh hanya akan membuat hari mu lebih panjang dan melelahkan.
Berhenti mencari tahu untuk hal yang tidak penting, Zia!
Itu hanya akan membuat kamu kesal, mandeg dan membodohi perasaan.
Berhenti menunda, Zia!
Menunda hanya membuat kamu menjadi tidak maksimal, lalu menuai hasil yang biasa-biasa saja.
Berhenti bermain-main dengan waktu, Zia!
Karena waktu lebih licik dari yang kamu pahami.

Duh, Zia.
Apa yang sedang kamu alami?
Apa yang tengah terjadi?
Mengapa hati mu sekeras ini?
Mengapa otak mu menjadi begitu bebal?
Mengapa seperti yang hilang tujuan?
Tidakkah kamu melihat teman mu berlari?
Tidakkah kamu sadar waktu mu terbatas?
Tidakkah kamu mengerti?

Duh, Zia.
Apa yang salah pada mu?
Kenapa untuk tidur saja begitu sulit nya? Haruskah kamu meminum obat tidur setiap malam?
Mengapa membiarkan otakmu terus bekerja keras tanpa kamu tau hasilnya?
Sudah menyelimuti diri pukul 23.00, memadamkan nyala lampu, mendengarkan alunan musik nan merdu, kenapa tak kunjung lelah mata mu, Zia?
Sudah dipaksa kan pula terpejam, gelisah betul gerak mu.
Terasa sangat otak mu berpikir.
Membuat lelah batin. Kamu sadar kamu butuh istirahat, tapi otak mu tak hendak berkompromi, terus saja bekerja. Tapi tak kunjung berwujud hasil nya.

Apa yang kamu nanti, Zia?
Mengapa sudut-sudut hati mu tidak tenang?
Mengapa otak mu bermubadzir ria?
Sudah berapa banyak senyum yang kamu paksakan, Zia?
Sudah sejauh apa semangat mu pergi?
Sudah setertinggal apa kamu di belakang?
Sudah menjadi sedingin apa kamu sekarang?

Lekas temukan jiwa mu, Zia!
Yang hilang dalam perjalanan,
bersembunyi dalam pencarian.
Kembalilah, Zia..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ada

Ada waktu waktu yang seharusnya kita lupakan Seperti membalik halaman novel kedua puluh menuju halaman dua puluh satu Atau bahkan langsung meloncat ke halaman empat ratus dua puluh enam, sedang halaman ke empat ratus dua puluh tujuh tempat frasa The End berada Ada senja senja yang mestinya terlewat begitu saja Meski hujan rintik, lampu taman meredup, bangku taman basah, anak-anak bermain bola dengan girang, Ada bunga bunga terlarang untuk kita simpan Yang kadang misteriusnya melebihi mawar, wanginya melebihi semerbak melati, teduhnya melebihi kamboja Ada Ada hal hal yang patutnya diacuhkan Tapi mantra apa yang perlu diucap? Jika saja mantra itu benar adanya ... Ada. Lafadznya 19 November 2015 ngga sengaja nemu puisi ini di laptop. puisi yang ditulis pada saat dirumah dan cuti kuliah.

Email, pagi ini.

Dear Mr. Manager Good morning Setelah menimbang dan berfikir berulang kali, saya minta maaf. I just feel so drained that i don't have energy to fill this paper. To stand by myself, for explained what i did. I feel like i lost myself at this point. I am sorry but on serious note, typing this email with teary eyes. ...

ala Chef

Hi! Akhirnya update blog lagi. Btw, hari ini masak. Yah biasa sih, kalau dirumah emang harus masak sendiri, karena Mama kerja, pulangnya baru sore, jadi kalau mau makan sesuatu yang masih anget ya masak sendiri. Nanti z ceritain masak apa hari ini. jari luka Tadi waktu masak ada drama! darah di cangkang telor Jadi tadi mau motong jeruk nipis, karena masaknya di toko dan gak ada talenan (alas buat motong) jadi sok-sok an motong sambil megang jeruk nipisnya, terus yah alih-alih motong jeruk nipis malah motong jari telunjuk ^^ Langsung berdarah. Sebenernya luka nya gak begitu dalam, tapi Z  biasanya kalau luka, darahnya susah berhenti. Padahal papa udah bilang, motongnya di meja aja, dialas pakai plastik. Nanti luka jarinya. Dan kejadian. Karena malu, meskipun perih langsung ditutup pakai tissue. Masih sok-sok an gamau bilang, udah ngabisin dua tissue penuh darah segar dan darahnya sampai tumpah ke cangkang telor, terus dialirin air yang banyak banget, tetep aja darah...