Langsung ke konten utama

Uri Debi!

Dear Debora, Deboya, Debski
Sahabat Batak dari bumi Bekasi yang gue sayang.
Gue yakin, lebih dari 100%, kalau gue ngomong satu dua hal buat lo, lo ngga akan percaya dan menganggapnya angin lalu. Gue akui, seringkali memberi nasehat itu lebih mudah daripada prakteknya. Nah karena itu, gue sedini hari ini (01:04) dengan sengaja ngubek-ngubek fanpage seorang penulis yang gue suka dan gue percaya beliau ga asal bacot, untuk lo baca. Mungkin lo bisa lebih menerima dengan rasional jika kalimat ini bukan dari gue deb. FYI karena lo salah seorang yang gila akan kredibilitas, gue kasih tau, penulis kesukaan gue ini merupakan salah satu dosen FE UI. Iya, universitas kuning yang itu deb!
Jadi, mau kah lo sedikit membaca dan merenungkannya dengan baik?


Gue pernah nulis gini di salah satu cerita di blog, "Bukankah hakikat mencintai itu adalah melepaskan?"
Terdengar klise dan bacot banget sih, tapi percayalah waktu selalu bisa membuat semua baik-baik saja. Just wait and see
Terakhir, based on my experience tidur, bebersih kamar dan lari adalah pelarian paling indah yang gue lakukan berulang kalau lagi kacau deb, mungkin cocok buat lo juga. Karena tampaknya kita setipe, you know what i mean (kecuali untuk kenyataan lo emang suka olahraga) ><


belum lupa jalan ke kosan gue kan?
*hug*

Komentar

  1. Makasih zii buat dukungannya. Jujur aja ini pengalaman cinta terpahit gue selama gue hidup, I mean dari semua gebetan gue yg gue suka engga ada yg lgsg jadian pas gue lg suka wkwk. Tp semua omongon lo itu bener ko engga ada yg salah, dan ga butuh kredibilitas buat bikin itu semua bener. Haha gue cuman butuh proses biar itu semua bisa gue serap cepat.

    Love yaa zi 💋

    BalasHapus

Posting Komentar

terimakasih sudah membaca ^O^

Postingan populer dari blog ini

Ada

Ada waktu waktu yang seharusnya kita lupakan Seperti membalik halaman novel kedua puluh menuju halaman dua puluh satu Atau bahkan langsung meloncat ke halaman empat ratus dua puluh enam, sedang halaman ke empat ratus dua puluh tujuh tempat frasa The End berada Ada senja senja yang mestinya terlewat begitu saja Meski hujan rintik, lampu taman meredup, bangku taman basah, anak-anak bermain bola dengan girang, Ada bunga bunga terlarang untuk kita simpan Yang kadang misteriusnya melebihi mawar, wanginya melebihi semerbak melati, teduhnya melebihi kamboja Ada Ada hal hal yang patutnya diacuhkan Tapi mantra apa yang perlu diucap? Jika saja mantra itu benar adanya ... Ada. Lafadznya 19 November 2015 ngga sengaja nemu puisi ini di laptop. puisi yang ditulis pada saat dirumah dan cuti kuliah.

Untukmu dek, yang mulai merasa lelah dan bosan

apa kabar adikku sayang? "sudah November Kak. Kabar kami semakin kacau. 3 minggu lagi TO Propinsi, kemaren ni siap ujian mid kak. Sekarang nilai yang diterima nilai-nilai asli aja lagi. masih banyak pelajaran yang belum ngerti Kak ........dst" (tersenyum, menatapmu lembut) kemudian engkau menghela napas pelan, "ibuk tu ngajarnya gak jelas Kak. Udah kelas 3 masih aja tetap suka ngantuk di kelas Kak. masih sering tidur dikelas. masih main kartu dikelas, masih nonton pas guru ndak masuk, masih jarang ke mesjid buat dhuha padahal kelas sudah semakin dekat jaraknya dengan mesjid. tapi masih lebih dekat ke nena sih Kak...." (masih menyimakmu berbicara) "masih suka telat lah beberapa kali Kak. Kadang curi-curi waktu buat cabut, soalnya pelajarannya membosankan. Adalah beberapa kali ngebuatkan surat izin teman. masih suka ngebaca novel atau komik pas lagi belajar. Sekarang malah lagi sering-seringnya cek TL twitter

Email, pagi ini.

Dear Mr. Manager Good morning Setelah menimbang dan berfikir berulang kali, saya minta maaf. I just feel so drained that i don't have energy to fill this paper. To stand by myself, for explained what i did. I feel like i lost myself at this point. I am sorry but on serious note, typing this email with teary eyes. ...