Langsung ke konten utama

UP dan bocah.

Hi!
sekarang ngucapin "hi" doang butuh keberanian yang luar biasa. I wish a can erase "that" memory. Anw, udah sebulan dirumah, udah sebulan ngga ngisi blog. Rindu. Rindu tapi kelu tiap kali mau nulis blog. Jadinya cuma nambah-nambahin draft. If i can go back to my dinamics life.

Jadi ceritanya, di geng sayur-mayur, Debora, si miss pinter-ipk nyaris sempurna-yang selalu diet, ini one step ahead. Dia akan segera sidang UP akhir bulan ini. Tepatnya tanggal 30 November 2015. Cepet ya? Hmm, mohon doanya semoga uri Debby berhasil dengan selamat dan sukses serta dapet hasil terbaik atas semua kerja kerasnya. Dan doakan semoga 4 orang lainnya di veggies segera menyusul.

dan yah, itu bocah. Arinda. Ain anak bapak Sujadi. Salah satu dari banyak hal yang berubah adalah, dia menjadi lebih kalem dan lebih lembut. Z membuatnya menangis malam itu. Sejujurnya kalau masih boleh merunut kebelakang, dari semua hal yang terjadi, ngebuat Arin nangis malam itu adalah hal yang paling z sesali. Sampai sekarang.

Segitu sayangnya sama Arin ya?
ngga ngerti.
anggap saja begitu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ada

Ada waktu waktu yang seharusnya kita lupakan Seperti membalik halaman novel kedua puluh menuju halaman dua puluh satu Atau bahkan langsung meloncat ke halaman empat ratus dua puluh enam, sedang halaman ke empat ratus dua puluh tujuh tempat frasa The End berada Ada senja senja yang mestinya terlewat begitu saja Meski hujan rintik, lampu taman meredup, bangku taman basah, anak-anak bermain bola dengan girang, Ada bunga bunga terlarang untuk kita simpan Yang kadang misteriusnya melebihi mawar, wanginya melebihi semerbak melati, teduhnya melebihi kamboja Ada Ada hal hal yang patutnya diacuhkan Tapi mantra apa yang perlu diucap? Jika saja mantra itu benar adanya ... Ada. Lafadznya 19 November 2015 ngga sengaja nemu puisi ini di laptop. puisi yang ditulis pada saat dirumah dan cuti kuliah.

Untukmu dek, yang mulai merasa lelah dan bosan

apa kabar adikku sayang? "sudah November Kak. Kabar kami semakin kacau. 3 minggu lagi TO Propinsi, kemaren ni siap ujian mid kak. Sekarang nilai yang diterima nilai-nilai asli aja lagi. masih banyak pelajaran yang belum ngerti Kak ........dst" (tersenyum, menatapmu lembut) kemudian engkau menghela napas pelan, "ibuk tu ngajarnya gak jelas Kak. Udah kelas 3 masih aja tetap suka ngantuk di kelas Kak. masih sering tidur dikelas. masih main kartu dikelas, masih nonton pas guru ndak masuk, masih jarang ke mesjid buat dhuha padahal kelas sudah semakin dekat jaraknya dengan mesjid. tapi masih lebih dekat ke nena sih Kak...." (masih menyimakmu berbicara) "masih suka telat lah beberapa kali Kak. Kadang curi-curi waktu buat cabut, soalnya pelajarannya membosankan. Adalah beberapa kali ngebuatkan surat izin teman. masih suka ngebaca novel atau komik pas lagi belajar. Sekarang malah lagi sering-seringnya cek TL twitter

Email, pagi ini.

Dear Mr. Manager Good morning Setelah menimbang dan berfikir berulang kali, saya minta maaf. I just feel so drained that i don't have energy to fill this paper. To stand by myself, for explained what i did. I feel like i lost myself at this point. I am sorry but on serious note, typing this email with teary eyes. ...