Langsung ke konten utama

Hi! *mata shincan*

Pelajaran apa yang ku dapat saat sakit?

Ternyata Aku berarti dan dicintai!

Bukan berarti sebelum sakit ngerasa kurang dicintai, tapi kurang bersyukur jadinya ga sadar kalau orang orang disekitar mencintai dengan cara masing-masing.
Anw, selama masa pemulihan, Aku jadi bisa merasakan, mana orang orang yang berusaha mencintai dan mana yang memang sudah dari dulu terbiasa mencintai. Ada perbedaan antara yang bersikap sebagai "penyembuh" dan "penyayang". Antara "keluarga" dan "rekan medis". Dokter itu baik, tapi bukan mama yang ngebikin nyaman. Temen itu menyenangkan, tapi bukan Cuk yang ngebikin berantem-berantem-sayang.
Rasanya mengesankan, merasakan dan mengetahui kalau kamu begitu dicintai. Apalagi setelah, ternyata, kamu menyadari sudah mubazir. Membuang-buang cinta pada orang yang tidak bisa menghargai hadirmu dengan baik.

Terimakasih, karena membuatku bisa membedakan, yang berusaha dengan yang sudah sejak dulu sayang. Antara yang sekedar menjadikan kelinci medis dengan keluarga. Beda. Bedanya, yang tulus bisa membuat hatimu hangat hanya dari sekedar sapaan.

Postingan populer dari blog ini

Email, pagi ini.

Dear Mr. Manager Good morning Setelah menimbang dan berfikir berulang kali, saya minta maaf. I just feel so drained that i don't have energy to fill this paper. To stand by myself, for explained what i did. I feel like i lost myself at this point. I am sorry but on serious note, typing this email with teary eyes. ...

Birthday Blues

Untuk diri yang mencintai kata-kata, hidup diantara yang tidak mampu membaca adalah sebuah kesialan yang menjadi candu. Kamu tau itu menyesakkan, tapi kamu selalu suka menantang diri sendiri sambil bilang, 'i can handle this'. Mengutip sebuah judul lagu minang yang gak sengaja mengalun saat menuliskan ini, "Kadang antahlah tapi baalah" Sekali waktu ada momen lelah banget. Banyak kalimat-kalimat sudah dituliskan tapi kemudian urung diungkapkan. Belum dirilis saja, sudah terbayang reaksi dari orang-orang yang tak mampu membaca. 'Jangan curhat di sosmed, gak baik' 'Jangan cengeng, mengeluh tidak membuat semua jadi selesai' 'Apasih lebay banget. Gitu aja sedih' 'Banyak yang lebih susah dari itu' Lalu akhirnya kalimat-kalimat jadi terpangkas. Kata-kata mulai banyak yang hilang. Lalu lagu Minang lainnya yang tengah mengalun di akhir tulisan ini, 'Mandi ka lubuak mandalian Udang disangko tali tali Mabuak untuang jo parasaian Patang disangk...

ala Chef

Hi! Akhirnya update blog lagi. Btw, hari ini masak. Yah biasa sih, kalau dirumah emang harus masak sendiri, karena Mama kerja, pulangnya baru sore, jadi kalau mau makan sesuatu yang masih anget ya masak sendiri. Nanti z ceritain masak apa hari ini. jari luka Tadi waktu masak ada drama! darah di cangkang telor Jadi tadi mau motong jeruk nipis, karena masaknya di toko dan gak ada talenan (alas buat motong) jadi sok-sok an motong sambil megang jeruk nipisnya, terus yah alih-alih motong jeruk nipis malah motong jari telunjuk ^^ Langsung berdarah. Sebenernya luka nya gak begitu dalam, tapi Z  biasanya kalau luka, darahnya susah berhenti. Padahal papa udah bilang, motongnya di meja aja, dialas pakai plastik. Nanti luka jarinya. Dan kejadian. Karena malu, meskipun perih langsung ditutup pakai tissue. Masih sok-sok an gamau bilang, udah ngabisin dua tissue penuh darah segar dan darahnya sampai tumpah ke cangkang telor, terus dialirin air yang banyak banget, tetep aja darah...