Langsung ke konten utama

Al Kaafirun

Tadi baca berita line today dan ada postingan dari seorang musisi menyikapi aksi demo 4 November (cek Apa yang akan saya lakukan jika agama saya dihina )
Apa yang akan saya lakukan jika agama saya dihina? Saya akan diam. Kenapa? Karena saya percaya Tuhan maha kuasa.
Ingat ya, Bali dibom dua kali oleh orang-orang yang mengatasnamakan sebuah agama, menganggap Bali sebuah tempat yang 'kotor dan layak dilenyapkan'. Tapi apa yg terjadi setelah bom-bom tersebut? Ga ada yang namanya demo atau aksi menolak agama tertentu di Bali. Yang terjadi malah saling bantu untuk memulihkan Bali.
Sekarang bayangkan, jika saya dan orang-orang Bali lainnya berpola pikir "wah, agama itu memusuhi agama/budaya saya, dan agama saya mengajarkan saya untuk membalas dendam dan membunuh orang-orang tersebut" bisa kamu bayangkan apa yang akan terjadi?
Ya. Perang. Perang. Dan perang. Darah. Air mata. Kehancuran. Lalu? Masuklah asing dengan propaganda 'mendamaikan' konflik dan mengambil alih semua SDA yang dimiliki bangsa ini. Kasus seperti itu sudah banyak terjadi di belahan bumi lain.
Dan cara yang paling gampang untuk mencegah semua itu adalah: berhentilah menjadi pembela agama. Simpan agamamu untuk dirimu sendiri. Untuk apa percaya Tuhan itu maha kuasa jika kamu masih menyangsikan kekuatannya?
Salam Indonesia Raja!

Sebenarnya z jarang banget mengomentari isu isu terbaru khususnya komentar dalam sebuah tulisan, paling yah kalau komentar sekedar obrolan atau paling serius diskusi bareng dosen atau teman-teman. Tapi sekali ini setelah membaca tulisan diatas mendadak ingin menuliskan opini yang berseliweran di kepala.
Pertama sebagai seorang yang beragama, z menyadari banyak kealpaan yang z perbuat, dan banyak hal yang belum z amalkan. Z tidak sesuci nabi Muhammad, para sahabat, sufi ataupun alim ulama, masih sekedar umat yang berusaha menjadi taqwa. Namun paling tidak z adalah orang yang pastinya merasa terusik saat agama z diusik, diganggu, disinggung, apalagi jika sampai dilecehkan. Dan selanjutnya sebagai seorang warga negara Indonesia yang sudah diperkenalkan dengan dasar negara Pancasila dan senantiasa mengulang melafazkannya setiap senin pagi selama kurang lebih 12tahun, z ingat betul sila kesatu adalah Ketuhanan yang Maha Esa. Hal ini menjelaskan bahwa agama adalah dasar pertama bernegara di Indonesia. Maka saat ada opini yang menjurus untuk memisahkan agama dari kehidupan bernegara atau sekuler, ini menjadi sesuatu yang semestinya aneh dan menyimpang. Agama bagi z adalah hal yang mutlak tidak terpisahkan dalam kehidupan sehari-hari. Tidak usah bahas politik, taktik perang atau tata cara bernegara, perihal makan cuci kakus saja diatur loh oleh agama.
Berhentilah menjadi pembela agama. Agama adalah sebuah keyakinan akan ketetapan hati seorang manusia. Identitas seseorang. Ketika identitas itu diusik maka sewajarnya diri ini melawan. Itu artinya masih ada rasa memiliki identitas tersebut. Sebuah bentuk pertahanan diri. Mempertahankan apa yang diyakini benar adanya. Jika identitasmu dilecehkan dan kamu tidak terusik, maka patut dipertanyakan apakah kamu masih memiliki identitas tersebut.
Untuk apa percaya Tuhan itu maha kuasa jika kamu masih menyangsikan kekuatannya? Membela agama bukan berarti meragukan kekuatan Tuhan, melainkan sebagai bukti bahwa kekuatan Allah itu benar adanya. Karena hanya orang-orang yang memahami ajaran agamanya lah yang akan menjaga dan membela agamanya, yang tidak mengkerdilkan Tuhannya.
Ibarat seorang pencuri yang tertangkap basah lalu minta maaf kepada korbannya, korbannya memaafkan tapi proses hukumnya tetap berjalan. Bukan berarti korban dendam, tetapi ia sedang mempertahankan miliknya, meluruskan apa yang salah dan memberi pelajaran agar tidak ada yang berani mengulang perbuatan pencuri dan menuntut keadilan atas dirinya. Jika keadilan tidak ditegakkan maka pencuri akan dengan leluasanya mencuri lalu meminta maaf, seolah tidak ada reaksi apa-apa atas perbuatannya.
wallahualam 

Postingan populer dari blog ini

Ada

Ada waktu waktu yang seharusnya kita lupakan Seperti membalik halaman novel kedua puluh menuju halaman dua puluh satu Atau bahkan langsung meloncat ke halaman empat ratus dua puluh enam, sedang halaman ke empat ratus dua puluh tujuh tempat frasa The End berada Ada senja senja yang mestinya terlewat begitu saja Meski hujan rintik, lampu taman meredup, bangku taman basah, anak-anak bermain bola dengan girang, Ada bunga bunga terlarang untuk kita simpan Yang kadang misteriusnya melebihi mawar, wanginya melebihi semerbak melati, teduhnya melebihi kamboja Ada Ada hal hal yang patutnya diacuhkan Tapi mantra apa yang perlu diucap? Jika saja mantra itu benar adanya ... Ada. Lafadznya 19 November 2015 ngga sengaja nemu puisi ini di laptop. puisi yang ditulis pada saat dirumah dan cuti kuliah.

Email, pagi ini.

Dear Mr. Manager Good morning Setelah menimbang dan berfikir berulang kali, saya minta maaf. I just feel so drained that i don't have energy to fill this paper. To stand by myself, for explained what i did. I feel like i lost myself at this point. I am sorry but on serious note, typing this email with teary eyes. ...

ala Chef

Hi! Akhirnya update blog lagi. Btw, hari ini masak. Yah biasa sih, kalau dirumah emang harus masak sendiri, karena Mama kerja, pulangnya baru sore, jadi kalau mau makan sesuatu yang masih anget ya masak sendiri. Nanti z ceritain masak apa hari ini. jari luka Tadi waktu masak ada drama! darah di cangkang telor Jadi tadi mau motong jeruk nipis, karena masaknya di toko dan gak ada talenan (alas buat motong) jadi sok-sok an motong sambil megang jeruk nipisnya, terus yah alih-alih motong jeruk nipis malah motong jari telunjuk ^^ Langsung berdarah. Sebenernya luka nya gak begitu dalam, tapi Z  biasanya kalau luka, darahnya susah berhenti. Padahal papa udah bilang, motongnya di meja aja, dialas pakai plastik. Nanti luka jarinya. Dan kejadian. Karena malu, meskipun perih langsung ditutup pakai tissue. Masih sok-sok an gamau bilang, udah ngabisin dua tissue penuh darah segar dan darahnya sampai tumpah ke cangkang telor, terus dialirin air yang banyak banget, tetep aja darah...