Langsung ke konten utama

Sad grad's day Syndrom

"suka nya apa?"
"Kahitna!"
"mantan terindah?"
"menikahimu lebih bagus"

hening. seketika krik krik.


Jadi itu yang diatas, sepenggal percakapan z dengan salah seorang yang z kenal. Percakapan kita tentang musik apa yang kita suka.
Ngobrolin musik, malam ini banget lagi ada Kampoeng Jazz di Unpad. Salah satu guest star nya, Tulus. Penyanyi yang z suka juga karena lirik dan musik nya yang enak di denger telinga dan nyentuh di hati. Pengen nonton banget sebenernya, tapi apa daya, ngga ada temen nontonnya :(
Untuk urusan lain, seperti nonton di bioskop, makan di kafe atau jalan-jalan z masih bisa nyanggupin buat sendiri, tapi buat nonton konser apalagi kalau guest star nya ada yang mellow, z belum sanggup..Jengah juga ngeliat orang-orang sama pasangannya atau sama squadnya rame rame nyanyiin lagu bareng-bareng. Selain itu alasan keamanan sih, lebih ngerasa aman aja kalau di keramaian yang penuh sesak seperti itu, gak sendirian.
Suka Tulus karena pernah menjadi backsound potongan memori yang tidak ingin z lupakan. Memori yang tidak sepenuhnya menyenangkan tapi tidak juga melulu menyedihkan. Memorable banget.
Btw, tadi ketemu Debo! Akhirnya! Terakhir ketemu waktu dia wisuda bulan Mei tahun lalu. Salah satu yang z rindukan. Ketemu nya drama banget, waktu lagi jalan mau nyari makan ga sengaja ketemu Surya. Ngobrol bentar, tiba-tiba Surya nyeletuk, "kak Zi, itu kak Debo". Pas noleh kebelakang ternyata ada Debo, refleks teriak histeris sampe kupingnya Debo sakit dan peluk dia. Kangen banget.....
Debo bareng Ivanna dan lupa siapa temen nya yang satu lagi. Dia gak ngabarin mau ke Bandung.... dan dia bilang dia mau nginap dikosan temennya itu. Padahal mah nginep dikosan z juga bisa sih. Dua kalimat yang Debo utarakan, "Lo kurusan.." "maaf ya gue gabisa dateng wisudaan lo.."
Kalimat terakhir seketika mengembalikan hawa sad grad's day yang menguar beberapa hari ini. Mulai dari adek yang gabisa ke Bandung gara-gara bentrok sama jadwal ujiannya, Ain yang pulang kerumah karena Ibuk dan Bapak umroh jadi harus nemenin Asa sehingga gabisa dateng wisudaan juga, Eta yang katanya mau pulang ke Padang, beberapa masalah keluarga yang ngebikin mood senang wisuda jadi suram dan yang terakhir adalah karena permintaan atasan buat sounding recruitment waktu wisudaan. Yang terakhir, menyumbang porsi besar dalam hawa sad grad's day ini. Beliau minta z buat rekrut orang-orang yang bisa diajakin buat gabung di usaha ini, nyebarin brosur yang isi nya undangan buat interview. Waktu nerima tugas itu, z cuma diam, speechless, dan tanpa bisa menolak (salah satu sifat buruk z yang tidak bisa menolak karena ga enakan sama orang lain) akhirnya mengiyakan perintahnya itu. Asli sedih sih, punya atasan kok ya kurang peka gitu. Wisuda kan momen bahagia, momen yang paling ditunggu orangtua. Ngebawa bawa urusan kerjaan disaat seperti ini benar-benar merusak suasana. Dan sejujurnya, dengan semua keadaan diatas, z jadi sedih. Dan menjadi kurang berminat mengingat ingat wisuda, seolah wisuda hanya akan menjadi sekelebat memori singkat yang akan berlalu begitu saja. Padahal awalnya, momen wisuda ini adalah waktu yang paling z persiapkan. Semangat buat nemuin dosbing, baca jurnal sampai tengah malam, bolak-balik buat revisian up, belajar presentasi sidang sampai mata dan mulut capek, berdoa dengan pengharapan yang dalem banget, ke perpustakaan setiap hari sampai gak pulang dijatah libur semester (satu-satu nya jatah z pulang buat ketemu keluarga). Semua z lakuin hanya untuk mempersiapkan momen wisuda ini dengan bahagia. Tapi ya sudahlah.
Lagi-lagi malam ini ditemenin suara merdu nya Tulus.

manusia-manusia kuat
itu kita
jiwa-jiwa yang hebat
itu kita

Postingan populer dari blog ini

Ada

Ada waktu waktu yang seharusnya kita lupakan Seperti membalik halaman novel kedua puluh menuju halaman dua puluh satu Atau bahkan langsung meloncat ke halaman empat ratus dua puluh enam, sedang halaman ke empat ratus dua puluh tujuh tempat frasa The End berada Ada senja senja yang mestinya terlewat begitu saja Meski hujan rintik, lampu taman meredup, bangku taman basah, anak-anak bermain bola dengan girang, Ada bunga bunga terlarang untuk kita simpan Yang kadang misteriusnya melebihi mawar, wanginya melebihi semerbak melati, teduhnya melebihi kamboja Ada Ada hal hal yang patutnya diacuhkan Tapi mantra apa yang perlu diucap? Jika saja mantra itu benar adanya ... Ada. Lafadznya 19 November 2015 ngga sengaja nemu puisi ini di laptop. puisi yang ditulis pada saat dirumah dan cuti kuliah.

Untukmu dek, yang mulai merasa lelah dan bosan

apa kabar adikku sayang? "sudah November Kak. Kabar kami semakin kacau. 3 minggu lagi TO Propinsi, kemaren ni siap ujian mid kak. Sekarang nilai yang diterima nilai-nilai asli aja lagi. masih banyak pelajaran yang belum ngerti Kak ........dst" (tersenyum, menatapmu lembut) kemudian engkau menghela napas pelan, "ibuk tu ngajarnya gak jelas Kak. Udah kelas 3 masih aja tetap suka ngantuk di kelas Kak. masih sering tidur dikelas. masih main kartu dikelas, masih nonton pas guru ndak masuk, masih jarang ke mesjid buat dhuha padahal kelas sudah semakin dekat jaraknya dengan mesjid. tapi masih lebih dekat ke nena sih Kak...." (masih menyimakmu berbicara) "masih suka telat lah beberapa kali Kak. Kadang curi-curi waktu buat cabut, soalnya pelajarannya membosankan. Adalah beberapa kali ngebuatkan surat izin teman. masih suka ngebaca novel atau komik pas lagi belajar. Sekarang malah lagi sering-seringnya cek TL twitter

Email, pagi ini.

Dear Mr. Manager Good morning Setelah menimbang dan berfikir berulang kali, saya minta maaf. I just feel so drained that i don't have energy to fill this paper. To stand by myself, for explained what i did. I feel like i lost myself at this point. I am sorry but on serious note, typing this email with teary eyes. ...