Langsung ke konten utama

Silent treatment

Bagi perempuan, tingkat jenuh, lelah dan emosi paling tinggi adalah mendiamkan. Paling tidak bagi perempuan seperti aku. Tapi diatas mendiamkan itu, ada satu cara yang lebih diatas lagi levelnya untuk membalas apa yang kulakukan: balik mendiamkan.

Entah karena alasan apa, tapi tampaknya karena kamu pun bingung harus bagaimana menghadapi silent treatment ini, akhirnya kamu memilih untuk turut mendiamkan. Tau apa yang ku syukuri hingga hari ini? Meski aku dengan segala panas dingin emosi, naik turun mood nya, lalu berulang kali mendiamkan, hingga tidak ada pilihan lain selain kamu ikut mendiamkan, kamu tetap hangat. Dan itu menyebalkan.

Aku dengan silent treamentku, dan kamu dengan diam mu. Tapi diikuti dengan menyempatkan diri membersamai aku yang diam, menyiapkan makanan kecil untukku, menyisihkan paling tidak 15menit senja itu untukku. Kamu menyikapi pendiaman ini dengan dewasa dan berhasil mempermalukan aku.

Tapi tidak bisakah sikap bijak ini berlaku pada semua hal?

Postingan populer dari blog ini

Ada

Ada waktu waktu yang seharusnya kita lupakan Seperti membalik halaman novel kedua puluh menuju halaman dua puluh satu Atau bahkan langsung meloncat ke halaman empat ratus dua puluh enam, sedang halaman ke empat ratus dua puluh tujuh tempat frasa The End berada Ada senja senja yang mestinya terlewat begitu saja Meski hujan rintik, lampu taman meredup, bangku taman basah, anak-anak bermain bola dengan girang, Ada bunga bunga terlarang untuk kita simpan Yang kadang misteriusnya melebihi mawar, wanginya melebihi semerbak melati, teduhnya melebihi kamboja Ada Ada hal hal yang patutnya diacuhkan Tapi mantra apa yang perlu diucap? Jika saja mantra itu benar adanya ... Ada. Lafadznya 19 November 2015 ngga sengaja nemu puisi ini di laptop. puisi yang ditulis pada saat dirumah dan cuti kuliah.

Email, pagi ini.

Dear Mr. Manager Good morning Setelah menimbang dan berfikir berulang kali, saya minta maaf. I just feel so drained that i don't have energy to fill this paper. To stand by myself, for explained what i did. I feel like i lost myself at this point. I am sorry but on serious note, typing this email with teary eyes. ...

ala Chef

Hi! Akhirnya update blog lagi. Btw, hari ini masak. Yah biasa sih, kalau dirumah emang harus masak sendiri, karena Mama kerja, pulangnya baru sore, jadi kalau mau makan sesuatu yang masih anget ya masak sendiri. Nanti z ceritain masak apa hari ini. jari luka Tadi waktu masak ada drama! darah di cangkang telor Jadi tadi mau motong jeruk nipis, karena masaknya di toko dan gak ada talenan (alas buat motong) jadi sok-sok an motong sambil megang jeruk nipisnya, terus yah alih-alih motong jeruk nipis malah motong jari telunjuk ^^ Langsung berdarah. Sebenernya luka nya gak begitu dalam, tapi Z  biasanya kalau luka, darahnya susah berhenti. Padahal papa udah bilang, motongnya di meja aja, dialas pakai plastik. Nanti luka jarinya. Dan kejadian. Karena malu, meskipun perih langsung ditutup pakai tissue. Masih sok-sok an gamau bilang, udah ngabisin dua tissue penuh darah segar dan darahnya sampai tumpah ke cangkang telor, terus dialirin air yang banyak banget, tetep aja darah...