Langsung ke konten utama

Sembunyi

Setelah melewati berbulan-bulan tanpa meninggalkan kabar, nyatanya aku kembali pulang. Setelah terlalu banyak terluka, terlalu rapuh, dan remuk segala, aku kembali. Entah engkau yang terlalu baik bak malaikat, atau memang sedari awal tak benar-benar peduli datang dan pergi ku, Kau selalu ada. Pintu ini senantiasa tak terkunci. Dari beberapa hal yang menghampiri, mungkin ini salah satu yang patut disyukuri. Setidaknya aku tampak lebih baik dari sebagian mereka yang tak punya tempat kembali.

Jauh di dalam sanubari, aku rasa kau bukan hanya tempat kembali. Tapi tempat bersembunyi ketika seluruh dunia memojokkan, menikam dan menghunus tatapan tak menyenangkan. Kau adalah tempat persembunyian yang tak menawarkan apa-apa. Takpula perlindungan, meski ku rasa semua orang yang bersembunyi nyatanya membutuhkan itu. Sedang Kau, tidak.

Kau hanya memberi ruang. Tak luas, untukku diam sejenak. Mencerna banyak hal satu persatu. Mendinginkan dan mengendapkan banyak rasa agar terkubur jauh di dasar. Menurutmu, tak ada lagi yang perlu kau lakukan. Karena Aku semestinya bertanggungjawab sendiri atas semua rasa dan siksa.

Tak apa.
Sekali lagi, Aku berterimakasih.

Postingan populer dari blog ini

Ada

Ada waktu waktu yang seharusnya kita lupakan Seperti membalik halaman novel kedua puluh menuju halaman dua puluh satu Atau bahkan langsung meloncat ke halaman empat ratus dua puluh enam, sedang halaman ke empat ratus dua puluh tujuh tempat frasa The End berada Ada senja senja yang mestinya terlewat begitu saja Meski hujan rintik, lampu taman meredup, bangku taman basah, anak-anak bermain bola dengan girang, Ada bunga bunga terlarang untuk kita simpan Yang kadang misteriusnya melebihi mawar, wanginya melebihi semerbak melati, teduhnya melebihi kamboja Ada Ada hal hal yang patutnya diacuhkan Tapi mantra apa yang perlu diucap? Jika saja mantra itu benar adanya ... Ada. Lafadznya 19 November 2015 ngga sengaja nemu puisi ini di laptop. puisi yang ditulis pada saat dirumah dan cuti kuliah.

Untukmu dek, yang mulai merasa lelah dan bosan

apa kabar adikku sayang? "sudah November Kak. Kabar kami semakin kacau. 3 minggu lagi TO Propinsi, kemaren ni siap ujian mid kak. Sekarang nilai yang diterima nilai-nilai asli aja lagi. masih banyak pelajaran yang belum ngerti Kak ........dst" (tersenyum, menatapmu lembut) kemudian engkau menghela napas pelan, "ibuk tu ngajarnya gak jelas Kak. Udah kelas 3 masih aja tetap suka ngantuk di kelas Kak. masih sering tidur dikelas. masih main kartu dikelas, masih nonton pas guru ndak masuk, masih jarang ke mesjid buat dhuha padahal kelas sudah semakin dekat jaraknya dengan mesjid. tapi masih lebih dekat ke nena sih Kak...." (masih menyimakmu berbicara) "masih suka telat lah beberapa kali Kak. Kadang curi-curi waktu buat cabut, soalnya pelajarannya membosankan. Adalah beberapa kali ngebuatkan surat izin teman. masih suka ngebaca novel atau komik pas lagi belajar. Sekarang malah lagi sering-seringnya cek TL twitter

Email, pagi ini.

Dear Mr. Manager Good morning Setelah menimbang dan berfikir berulang kali, saya minta maaf. I just feel so drained that i don't have energy to fill this paper. To stand by myself, for explained what i did. I feel like i lost myself at this point. I am sorry but on serious note, typing this email with teary eyes. ...