Langsung ke konten utama

Birthday Blues

Untuk diri yang mencintai kata-kata, hidup diantara yang tidak mampu membaca adalah sebuah kesialan yang menjadi candu.
Kamu tau itu menyesakkan, tapi kamu selalu suka menantang diri sendiri sambil bilang, 'i can handle this'.

Mengutip sebuah judul lagu minang yang gak sengaja mengalun saat menuliskan ini, "Kadang antahlah tapi baalah"

Sekali waktu ada momen lelah banget. Banyak kalimat-kalimat sudah dituliskan tapi kemudian urung diungkapkan. Belum dirilis saja, sudah terbayang reaksi dari orang-orang yang tak mampu membaca.
'Jangan curhat di sosmed, gak baik'
'Jangan cengeng, mengeluh tidak membuat semua jadi selesai'
'Apasih lebay banget. Gitu aja sedih'
'Banyak yang lebih susah dari itu'

Lalu akhirnya kalimat-kalimat jadi terpangkas. Kata-kata mulai banyak yang hilang.

Lalu lagu Minang lainnya yang tengah mengalun di akhir tulisan ini,

'Mandi ka lubuak mandalian
Udang disangko tali tali
Mabuak untuang jo parasaian
Patang disangko pagi hari

Urang padang mandi ka gurun
Mandi batimbo bungo lado
Ondeh ondeh
Lah laruik sanjo

Hari patang matohari turun
Dagang baurai aia mato'

Postingan populer dari blog ini

Ada

Ada waktu waktu yang seharusnya kita lupakan Seperti membalik halaman novel kedua puluh menuju halaman dua puluh satu Atau bahkan langsung meloncat ke halaman empat ratus dua puluh enam, sedang halaman ke empat ratus dua puluh tujuh tempat frasa The End berada Ada senja senja yang mestinya terlewat begitu saja Meski hujan rintik, lampu taman meredup, bangku taman basah, anak-anak bermain bola dengan girang, Ada bunga bunga terlarang untuk kita simpan Yang kadang misteriusnya melebihi mawar, wanginya melebihi semerbak melati, teduhnya melebihi kamboja Ada Ada hal hal yang patutnya diacuhkan Tapi mantra apa yang perlu diucap? Jika saja mantra itu benar adanya ... Ada. Lafadznya 19 November 2015 ngga sengaja nemu puisi ini di laptop. puisi yang ditulis pada saat dirumah dan cuti kuliah.

Email, pagi ini.

Dear Mr. Manager Good morning Setelah menimbang dan berfikir berulang kali, saya minta maaf. I just feel so drained that i don't have energy to fill this paper. To stand by myself, for explained what i did. I feel like i lost myself at this point. I am sorry but on serious note, typing this email with teary eyes. ...

noona(s) come back!

Kika: Aku-dhuduw-geu Nite from Haurmekar A27 kamar 15! Yeay! Finally, my eonni(s)/noona(s) come back! Bolo-bolo full team! Kangen banget. Karena tiap kali kita ngumpul aku selalu jadi paling bocah diantara mereka. Ngobrol banyak, tidur-tidur ayam ditempat tidur tigaan, ngegangguin Geu, dengerin curhatannya dhuduw, makan bareng sambil duduk ngelingkar tigaan (ini momen sisterhood yang paling z suka) atau belanja bareng. Setelah satu semester ditinggal Geu ke Medan dan sebulan lebih gak ketemu sama Dhuduw, nginep bareng dikosan beberapa hari jadi cara ngelepas kangen. Walaupun mereka berdua gengsi buat ngakuin itu. Hhahaha Anw, tadi ngerayain ulangtahun ke 22 nya dhuha. Masih jomblo nih dia nya, kuliah semester 6 jurusan hukum Unpad. Pengennya sama yang baik hati tidak sombong suka menabung, lebih prefer anak teknik yang bisa menaklukan hati kakaknya sebelum hatinya. Ada yang minat? Hhahaha Happy 22nd birthday dhuduw-eonni. Semoga bahagia, sehat, lancar kuliah, nemuin jodo...