Langsung ke konten utama

Untungnya hidup masih terus berjalan

Iseng nyobain mie aceh setelah tatap-tatapan dengan adek. Seperti saling bisa baca isi fikiran satu sama lain, "hayuk, makan mie aceh"

Sekalimat absurd itu yang kemudian mengantarkan kami pada obrolan hati ke hati. Quality time cara kami.

Membahas tentang keluarga
Membahas tentang apa yang dia rasakan saat ini
Membahas tentang trauma masa lalu kami dan pandangan kami tentang keluarga ini

Ku kira aku sendiri yang merasa tak berpihak pada Mama
Menyesali beberapa sikap beliau
Namun ternyata adek juga sama
Meski kami berdua sepakat untuk menyudahi, diam sembari memikirkan bagaimana cara yang tepat untuk menyampaikan hal tersebut ke mama

Lalu dia membahas bahwa, sepertinya latar belakang keluarga yang tak jauh beda itu yang akhirnya membuat dia bisa akrab dengan Ute, anak perempuan yang kerap kali hadir dikeluarga kami belakangan ini.

Menutup sesi itu, seingatku adalah paling tidak 3kali kusampaikan pesan yang sama
"Mbak nitip cuma dua. Satu jangan sampai ngebuat Mbak melalui hal traumatis yang sama itu dua kali. Dan kedua, jangan sampai adek gak makan. Buat mbak, kejadian yang lalu itu benar-benar menguras energi mbak lahir dan batin. Lalu kalau mbak tau adek sampai gak bisa makan, mbak merasa berdosa dan bersalah banget. Merasa gak mampu jadi kakak. Selain itu terserah adek. Buat mbak adek cukup dewasa untuk menentukan semua pilihan di diri adek. Mbak nitip cuma dua itu aja"

Dia menjawab dengan takzim, "iya"

Lirik lagu Bernadya ini menemani aku merekam jejak quality time kami, semoga kelak menjadi pengingat manis saat kami sampai di fase hidup lainnya.

'Ada waktu-waktu hal buruk datang berturut-turut
Semua yang tinggal juga yang hilang
Seberapa pun absurdnya pasti ada makna'

Postingan populer dari blog ini

Untukmu dek, yang mulai merasa lelah dan bosan

apa kabar adikku sayang? "sudah November Kak. Kabar kami semakin kacau. 3 minggu lagi TO Propinsi, kemaren ni siap ujian mid kak. Sekarang nilai yang diterima nilai-nilai asli aja lagi. masih banyak pelajaran yang belum ngerti Kak ........dst" (tersenyum, menatapmu lembut) kemudian engkau menghela napas pelan, "ibuk tu ngajarnya gak jelas Kak. Udah kelas 3 masih aja tetap suka ngantuk di kelas Kak. masih sering tidur dikelas. masih main kartu dikelas, masih nonton pas guru ndak masuk, masih jarang ke mesjid buat dhuha padahal kelas sudah semakin dekat jaraknya dengan mesjid. tapi masih lebih dekat ke nena sih Kak...." (masih menyimakmu berbicara) "masih suka telat lah beberapa kali Kak. Kadang curi-curi waktu buat cabut, soalnya pelajarannya membosankan. Adalah beberapa kali ngebuatkan surat izin teman. masih suka ngebaca novel atau komik pas lagi belajar. Sekarang malah lagi sering-seringnya cek TL twitter

kepada Sang Malam

malam ini waktu akan berjalan terus. menjadi pagi kemudian malam dan pagi lagi. begitu seterusnya hingga entah pada kali yang ke berapa pergantian itu akan terhenti dan tak berulang atau berlanjut. malam ini, masih sama seperti malam malam sebelumnya ketika waktu menjadi semakin singkat dan kita dipaksa untuk menikmati saat saat menyesakkan di sisa waktu kebersamaan malam ini, tetap malam yang sama, rembulan tak bercahaya, langit berawan atau bintang yang disembunyikan kabut malam : tetap sepi. senyap. malam ini, tak jauh berbeda-atau bahkan tak ada beda- dengan malam malam sebelumnya. malam ketika kita harus menyerah pada waktu dan angkat tangan terhadap keputusan. janji janji yang dijanjikan. malam ini, Kawan meski tak pernah menutup kemungkinan malam esok akan menjadi Lawan. malam ini, malam sebelumnya, malam malam berikutnya. malam dibawah atap langit, yang jika beruntung akan dibanjiri cahaya rembulan atau deras hujan malam ini hanya malam ini saja yang ditemani bulir...

Ada

Ada waktu waktu yang seharusnya kita lupakan Seperti membalik halaman novel kedua puluh menuju halaman dua puluh satu Atau bahkan langsung meloncat ke halaman empat ratus dua puluh enam, sedang halaman ke empat ratus dua puluh tujuh tempat frasa The End berada Ada senja senja yang mestinya terlewat begitu saja Meski hujan rintik, lampu taman meredup, bangku taman basah, anak-anak bermain bola dengan girang, Ada bunga bunga terlarang untuk kita simpan Yang kadang misteriusnya melebihi mawar, wanginya melebihi semerbak melati, teduhnya melebihi kamboja Ada Ada hal hal yang patutnya diacuhkan Tapi mantra apa yang perlu diucap? Jika saja mantra itu benar adanya ... Ada. Lafadznya 19 November 2015 ngga sengaja nemu puisi ini di laptop. puisi yang ditulis pada saat dirumah dan cuti kuliah.