Lelah juga ya.
Tapi tak tau inginnya bagaimana.
Aku salah. Sudah kuakui, aku minta maaf. Aku dapat sanksi.
Tapi entah dibagian hati yang mana yang tidak terima.
Aku belum bisa mendefinisikan tangis ini bentuk amarah atau penyesalan. Aku kesulitan menjelaskan apa yang aku rasa.
Beberapa yang jelas seperti, itu kesalahanku. Tapi tak pernah ada unsur menyengajakan diri. Lalu dibagian mana jadi letak salahnya? Bahkan dampaknya pun tidak terlihat.
Aku diajarkan untuk tidak menyalahkan man power.
Tapi analisa sistemnya. Ku lakukan
Tapi tak kudapatkan perlakuan yang sama.
Ini sungguhkan muaranya adalah salahku?
Atau faktor lain kah?
Semoga aku tumbuh dengan kebijaksanaan yang baik.
Bahwa ternyata tua tak menjamin bijaksana.
Lebih berpengalaman tak menjamin luasnya sudut pandang.