Langsung ke konten utama

malam takbiran

udah malam takbiran. Sedihh bangett. SEdih karena harus meninggalkan Ramadhan ini. Rasanya kok kurang berkualitas gitu ibadah saya bulan ini. Ya Allah, aku mohon tolong perkenankan hamba untuk bertemu dengan Ramadhan selanjutnya, agar bisa mengembalikan kenikmatan ibadah itu ya Allah... amin
Sedih selanjutnya karena,
entahlah. Kalau yang ini mungkin sedih sebagai sebuah pelampiasan saja. Aku sedih karena teman dan orang terdekat dan orang yang aku harapkan bisa nemenin pas lagi sepi gini, ternyata-dengan sedih- sibuk untuk urusan lebaran dirumah masing-masing. Mulai dari sibuk bersihin rumah (ngaku siapa?!), sibuk nyusun kue yang dibuat sendiri ke toples (ini siapa?!), sibuk jadi amil zakat (ini siapa lagi?!), dan sibuk yang lain. Sebenernya aku sedih karena, aku gak bisa ngelakuin itu semua tahun ini (kecuali amil zakat, itu emang bukan tugas aku). Mulai dari bersih-bersih rumah yang dulu pasti udah ada jadwal kerjanya, yang pada H-2 mama ku tersayang akan dengan sangat manis muncul di depan kamar sambil narik selimutku dan bilang " pagi ini mbak nyapu, terus ngepel yah. Ntar dibantuin sama adek, ngelap kaca, lemari sama meja dan kursi. Papa ngebuka gorgen, jemput cucian karpet sama beli minuman kaleng. Mama mau ke pasar dulu, beli kotak kue buat dibawa kerumah opa. Jangan sampai tidur lagi! " dan aku mau tidak mau, kepaksa tapi sambil tersenyum bilang "iyaa mama," terus bangun dan beres-beres. ngerjain semua jadwal yang udah disiapin mama. dan sekarang-malangnya- aku gak bisa ngelakuin itu lagi.
masalah kue lebaran, haduuuhh udahlah ya, kejadiannya masih sama. Sekalipun aku menangis meraung-raung sampai langit ketujuh, itu keajaiban yang bisa membawa aku kembali ke rumah, meskipun cuma sehari lebaran atau minimal mendatangkan kue lebaran walaupun cuma sehari lebaran. hasilnya bakalan sama : tidak akan pernah terjadi!. Gak peduli aku nangis dengan gaya apa, atau dengan air mata berapa ember. miris banget!
sampai tadi ada teman dekat yangnanya, besok jadwalnya ngapain j Z ?
hufh! aku mencelos. Haruskah aku cerita semua dari awal lagi? Haruskah aku bilang lagi sudah tak terhitung aku nagis berapa kali sehari ini? Haruskah aku ulang? Ok, besok dengan mirisnya aku cuma akan pergi solat Id di mesjid dekat rumah uwak. Setelahnya pulang kerumah uwak, dan setelah itu gak ada lagi.
kenapa aku bilang gak ada? Kalian tau, tadi pagi uwakku yang amat menyedihkan itu bilang dengan tenang ke aku, pas aku bilang aku mau buat kue coklat " udahlah, untuk apa buat kue. Kan nanti uwak juga kerumahnya uwak Kucok, karena dia yang lebih tua. Jadi ya udah besok kita solat Id di mesjid biar bisa sekalian salam-salam, jadi gak perlu repot kemana-mana. Bisa tidur deh.."
hah? Aku cuma bisa diam. Kesal, sedih jadi campur aduk. Finally, sampai sekarang aku belum mood utk ngrjain kue coklat.
makanya sekarang jadi sedih gini, pengen banget ada teman yang nemenin, tapi lagi pada sibuk. Jadi yaudalah. dan aku semakin sedih pas ada yang nanya, udah buat kue lebaran? nanti kemana aja? jangan lupa lebaran kerumah ya.. dll.
whooaaaaa kenapa aku selemah dan secengeng iniiiii ..... ???!!!!!

Postingan populer dari blog ini

Ada

Ada waktu waktu yang seharusnya kita lupakan Seperti membalik halaman novel kedua puluh menuju halaman dua puluh satu Atau bahkan langsung meloncat ke halaman empat ratus dua puluh enam, sedang halaman ke empat ratus dua puluh tujuh tempat frasa The End berada Ada senja senja yang mestinya terlewat begitu saja Meski hujan rintik, lampu taman meredup, bangku taman basah, anak-anak bermain bola dengan girang, Ada bunga bunga terlarang untuk kita simpan Yang kadang misteriusnya melebihi mawar, wanginya melebihi semerbak melati, teduhnya melebihi kamboja Ada Ada hal hal yang patutnya diacuhkan Tapi mantra apa yang perlu diucap? Jika saja mantra itu benar adanya ... Ada. Lafadznya 19 November 2015 ngga sengaja nemu puisi ini di laptop. puisi yang ditulis pada saat dirumah dan cuti kuliah.

Email, pagi ini.

Dear Mr. Manager Good morning Setelah menimbang dan berfikir berulang kali, saya minta maaf. I just feel so drained that i don't have energy to fill this paper. To stand by myself, for explained what i did. I feel like i lost myself at this point. I am sorry but on serious note, typing this email with teary eyes. ...

ala Chef

Hi! Akhirnya update blog lagi. Btw, hari ini masak. Yah biasa sih, kalau dirumah emang harus masak sendiri, karena Mama kerja, pulangnya baru sore, jadi kalau mau makan sesuatu yang masih anget ya masak sendiri. Nanti z ceritain masak apa hari ini. jari luka Tadi waktu masak ada drama! darah di cangkang telor Jadi tadi mau motong jeruk nipis, karena masaknya di toko dan gak ada talenan (alas buat motong) jadi sok-sok an motong sambil megang jeruk nipisnya, terus yah alih-alih motong jeruk nipis malah motong jari telunjuk ^^ Langsung berdarah. Sebenernya luka nya gak begitu dalam, tapi Z  biasanya kalau luka, darahnya susah berhenti. Padahal papa udah bilang, motongnya di meja aja, dialas pakai plastik. Nanti luka jarinya. Dan kejadian. Karena malu, meskipun perih langsung ditutup pakai tissue. Masih sok-sok an gamau bilang, udah ngabisin dua tissue penuh darah segar dan darahnya sampai tumpah ke cangkang telor, terus dialirin air yang banyak banget, tetep aja darah...