Langsung ke konten utama

boleh jadi, masa lalu

ada yang masih menyimpan cerita masa lalu
lama. lama sekali
dulu, dulu sekali terlampau waktu
cerita itu begitu jelas. seperti bulan dan bintang di langit malam.
maka bodoh saja jika yang dimaksud tak mengerti,
sepertinya ia hanya berpura tak paham
atau bisa jadi berharap untuk tidak usah saja mengerti dan sadar cerita seperti apa ini
karena ia, bisa jadi tidak punya cukup hati untuk mengatakan dengan jelas ketidaktertarikanya
boleh jadi ia tidak punya cukup ketegasan untuk menolak dan berkata tidak
karena terlahir begitu perasa
berusaha keras menjaga perasaan lawannya, tak ingin salah satu diantara keduanya ada yang terluka
meski tentu tak mau pula ada rasa yang salah dimengerti lawannya
berusaha untuk menyelesaikan cerita itu dengan singkat, namun tak menyakiti
pasti saja tidak bisa
..
terkadang, mungkin karena telah terbutakan, ketegasan yang menyakitkan perlu sedikit dirasakan agar ia (ia atau lawannya) sadar bahwa cerita ini tak bisa dipaksakan sepihak.
***
ada yang seperti itu
dulu, dulu sekali
meski bisa jadi cerita itu sudah ditutup boleh jadi hanya kusam tergeletak
namun tidak atau minimal belum hilang
ya kan?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ada

Ada waktu waktu yang seharusnya kita lupakan Seperti membalik halaman novel kedua puluh menuju halaman dua puluh satu Atau bahkan langsung meloncat ke halaman empat ratus dua puluh enam, sedang halaman ke empat ratus dua puluh tujuh tempat frasa The End berada Ada senja senja yang mestinya terlewat begitu saja Meski hujan rintik, lampu taman meredup, bangku taman basah, anak-anak bermain bola dengan girang, Ada bunga bunga terlarang untuk kita simpan Yang kadang misteriusnya melebihi mawar, wanginya melebihi semerbak melati, teduhnya melebihi kamboja Ada Ada hal hal yang patutnya diacuhkan Tapi mantra apa yang perlu diucap? Jika saja mantra itu benar adanya ... Ada. Lafadznya 19 November 2015 ngga sengaja nemu puisi ini di laptop. puisi yang ditulis pada saat dirumah dan cuti kuliah.

Untukmu dek, yang mulai merasa lelah dan bosan

apa kabar adikku sayang? "sudah November Kak. Kabar kami semakin kacau. 3 minggu lagi TO Propinsi, kemaren ni siap ujian mid kak. Sekarang nilai yang diterima nilai-nilai asli aja lagi. masih banyak pelajaran yang belum ngerti Kak ........dst" (tersenyum, menatapmu lembut) kemudian engkau menghela napas pelan, "ibuk tu ngajarnya gak jelas Kak. Udah kelas 3 masih aja tetap suka ngantuk di kelas Kak. masih sering tidur dikelas. masih main kartu dikelas, masih nonton pas guru ndak masuk, masih jarang ke mesjid buat dhuha padahal kelas sudah semakin dekat jaraknya dengan mesjid. tapi masih lebih dekat ke nena sih Kak...." (masih menyimakmu berbicara) "masih suka telat lah beberapa kali Kak. Kadang curi-curi waktu buat cabut, soalnya pelajarannya membosankan. Adalah beberapa kali ngebuatkan surat izin teman. masih suka ngebaca novel atau komik pas lagi belajar. Sekarang malah lagi sering-seringnya cek TL twitter

Email, pagi ini.

Dear Mr. Manager Good morning Setelah menimbang dan berfikir berulang kali, saya minta maaf. I just feel so drained that i don't have energy to fill this paper. To stand by myself, for explained what i did. I feel like i lost myself at this point. I am sorry but on serious note, typing this email with teary eyes. ...