Langsung ke konten utama

benang kusut II

besok pagi-pagi jam 9 dan hari Senin dan hari tenang -ceritanya- dan jadwalnya evaluasi. 
ehem diulang jadwal EVALUASI!
eval apa?
Keuangan BEM
yang ngeval siapa?
Pimkab -Presiden, Wapres, Menko-
Internal Audit -teh Ratna dkk-
ntar diapain aja?
gak tau
feelingnya sih begitulah eval nunjukin apa aja salah dan kurang yang kita lakuin terus gimana perbaikinya. dan sepertinya z bakal banyak kena eval nih. secara sebulan terakhir ini kinerja z lagi nurun banget. syndrom home sick. ya udah sih, sekarang z lagi latihan buat menebalkan telinga. latihan diem, menghela napas panjang -persiapan buat nahan kesal plus kalau kalau ntar berasa hampir nangis-
sebulan terakhir z lagi males males nya nyentuh kerjaan.
syndrom home sick dan syndrom pra UAS udah mulai muncul. 
laporan bulanan dan triwulan serta LRA perdagangan belum di cek ulang sejak mereka revisi, hasil tes training bulanan belum di cek, hasil penilaian bulan Mei belum di tempel di mading, bukti transaksi masih ada yang belum di fotokopi. 
kelaut aja zii .__.
itu baru di BEM, kerjaan di Edu PB kunci jawaban belum dibikin, sanlat pelangi gak diliat liat, tadi bolos ngajar adik -tapi karena ada sakit juga sih-
dan sekarang kerjaan nambah lagi, masalah p5. belum nemu partner kerja jadi bendahara p5 sampai sekarang. 
terus lagi, janji yang masih numpuk. mau ke depok tanggal 14, liqo yang udah entah berapa kali bolos -selalu adaa aja excusenya-, upgrading yang kayaknya bakal bolos juga, persiapan MAI yang bakal bolos juga kayaknya. 
urutan kekacauan ini masih diperpanjang sama belum ngebahas soal UAS sama sekali! belum baca dan liat materi nya, belum arrange ulang jadwal pulang, belum ngomong sama mama buat minta izin stay di bandung lebih lama karena ada kepanitiaan, belum pesan tiket -padahal harganya udah naudzubillah-
HAH!
parahnya belum ketemu cara dan mesti mulai dari mana menguraikan semua kekusutan hati, kekacauan hari dan emosi. 
jadi males nyentuh kerjaan karena prioritas akademik belum beres.
belum bisa niat nyentuh akademik karena komunikasi sama mama masih belum jalan.
belum berani ngomong ke mama karena -sepertinya ; kemungkinan besar ; peluangnya tinggi- semua kekacauan ini datang dari sikap z yang gak bisa tegas. susah buat nolak. selalu berusaha ngambil jalan aman. gak bisa ngambil keputusan. rasain sekarang semua jalan tengah yang z pilih menuntut satu sama lain! gak bisa saling ngerti. lembek banget sih sama diri sendiri! apa sih susahnya nolak dan bilang gak bisa, gak mau, dan yang sejenis itu?!
dan sekarang orang-orang eksternal lagi getol getol nya menuntut ini itu, semakin memojokkan z yang udah dipojokkan kerjaan, daftar kekacauan dst. 
makan aja benar-benar udah berantakan. seingat z seminggu ini makan cuma sekali sehari dan udah tiga hari gak makan nasi, cuma makan yamin, mie ayam, bakmi, mie instan dan yang sejenis itu. nyaris sebulan gak minum susu. 
apa hidup z masih kurang kacau?
benar-benar gak niat buat beli pulsa dan ngebiarin sms numpuk, males angkat telpon dan biarin hp dering hingga daftar missedcall jadi banyak.
kalau udah gini, saat syndrom home sick dan pra UAS syndrom muncul jadi ngerasa gak suka sama diri sendiri yang gak bisa ngatur hidup dengan baik.
HAH!
keluar z dari ini!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Email, pagi ini.

Dear Mr. Manager Good morning Setelah menimbang dan berfikir berulang kali, saya minta maaf. I just feel so drained that i don't have energy to fill this paper. To stand by myself, for explained what i did. I feel like i lost myself at this point. I am sorry but on serious note, typing this email with teary eyes. ...

Birthday Blues

Untuk diri yang mencintai kata-kata, hidup diantara yang tidak mampu membaca adalah sebuah kesialan yang menjadi candu. Kamu tau itu menyesakkan, tapi kamu selalu suka menantang diri sendiri sambil bilang, 'i can handle this'. Mengutip sebuah judul lagu minang yang gak sengaja mengalun saat menuliskan ini, "Kadang antahlah tapi baalah" Sekali waktu ada momen lelah banget. Banyak kalimat-kalimat sudah dituliskan tapi kemudian urung diungkapkan. Belum dirilis saja, sudah terbayang reaksi dari orang-orang yang tak mampu membaca. 'Jangan curhat di sosmed, gak baik' 'Jangan cengeng, mengeluh tidak membuat semua jadi selesai' 'Apasih lebay banget. Gitu aja sedih' 'Banyak yang lebih susah dari itu' Lalu akhirnya kalimat-kalimat jadi terpangkas. Kata-kata mulai banyak yang hilang. Lalu lagu Minang lainnya yang tengah mengalun di akhir tulisan ini, 'Mandi ka lubuak mandalian Udang disangko tali tali Mabuak untuang jo parasaian Patang disangk...

ala Chef

Hi! Akhirnya update blog lagi. Btw, hari ini masak. Yah biasa sih, kalau dirumah emang harus masak sendiri, karena Mama kerja, pulangnya baru sore, jadi kalau mau makan sesuatu yang masih anget ya masak sendiri. Nanti z ceritain masak apa hari ini. jari luka Tadi waktu masak ada drama! darah di cangkang telor Jadi tadi mau motong jeruk nipis, karena masaknya di toko dan gak ada talenan (alas buat motong) jadi sok-sok an motong sambil megang jeruk nipisnya, terus yah alih-alih motong jeruk nipis malah motong jari telunjuk ^^ Langsung berdarah. Sebenernya luka nya gak begitu dalam, tapi Z  biasanya kalau luka, darahnya susah berhenti. Padahal papa udah bilang, motongnya di meja aja, dialas pakai plastik. Nanti luka jarinya. Dan kejadian. Karena malu, meskipun perih langsung ditutup pakai tissue. Masih sok-sok an gamau bilang, udah ngabisin dua tissue penuh darah segar dan darahnya sampai tumpah ke cangkang telor, terus dialirin air yang banyak banget, tetep aja darah...