Langsung ke konten utama

kepada perindu terik

kamu tau -sangat baik dari yang aku kira- itu milikku. tapi kenapa bisa itu menjadi seakan bukan milikku?
kau tau aku adalah awan, angin, bulan dan hujan sekaligus
bukankah kau yang memintaku menjadi seperti itu?
kamu melihat -sangat jelas- aku menjadi awan hitam kini,
tengah mengumpulkan deras hujan
kenapa tiba-tiba mendatangkan siang yang terik?
benar-benar tidak ingin aku menjadi hujan?
kau yang meminta dan aku berusaha
dan selamat -untuk ketiga kalinya, jika saja kamu punya cukup kesempatan menghitungnya-
hujan ini menguap
awan hitam nya pun telah pias
karena siang yang begitu terik -yang entah dengan sengaja atau tidak kamu hadirkan-
hey perindu terik!
haruskah kau kusebut seperti itu?
selamat, seperti yang sebelumnya aku tulis
kamu mendapatkan siang yang terik, membubarkan awan yang aku kumpulkan
dan kau tampaknya perlu aku beri "selamat" ?

ketiga kalinya dan kamu mendapatkan piring cantik!
selamat. kembalilah saat kamu ingin mengambil piringmu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ada

Ada waktu waktu yang seharusnya kita lupakan Seperti membalik halaman novel kedua puluh menuju halaman dua puluh satu Atau bahkan langsung meloncat ke halaman empat ratus dua puluh enam, sedang halaman ke empat ratus dua puluh tujuh tempat frasa The End berada Ada senja senja yang mestinya terlewat begitu saja Meski hujan rintik, lampu taman meredup, bangku taman basah, anak-anak bermain bola dengan girang, Ada bunga bunga terlarang untuk kita simpan Yang kadang misteriusnya melebihi mawar, wanginya melebihi semerbak melati, teduhnya melebihi kamboja Ada Ada hal hal yang patutnya diacuhkan Tapi mantra apa yang perlu diucap? Jika saja mantra itu benar adanya ... Ada. Lafadznya 19 November 2015 ngga sengaja nemu puisi ini di laptop. puisi yang ditulis pada saat dirumah dan cuti kuliah.

Email, pagi ini.

Dear Mr. Manager Good morning Setelah menimbang dan berfikir berulang kali, saya minta maaf. I just feel so drained that i don't have energy to fill this paper. To stand by myself, for explained what i did. I feel like i lost myself at this point. I am sorry but on serious note, typing this email with teary eyes. ...

ala Chef

Hi! Akhirnya update blog lagi. Btw, hari ini masak. Yah biasa sih, kalau dirumah emang harus masak sendiri, karena Mama kerja, pulangnya baru sore, jadi kalau mau makan sesuatu yang masih anget ya masak sendiri. Nanti z ceritain masak apa hari ini. jari luka Tadi waktu masak ada drama! darah di cangkang telor Jadi tadi mau motong jeruk nipis, karena masaknya di toko dan gak ada talenan (alas buat motong) jadi sok-sok an motong sambil megang jeruk nipisnya, terus yah alih-alih motong jeruk nipis malah motong jari telunjuk ^^ Langsung berdarah. Sebenernya luka nya gak begitu dalam, tapi Z  biasanya kalau luka, darahnya susah berhenti. Padahal papa udah bilang, motongnya di meja aja, dialas pakai plastik. Nanti luka jarinya. Dan kejadian. Karena malu, meskipun perih langsung ditutup pakai tissue. Masih sok-sok an gamau bilang, udah ngabisin dua tissue penuh darah segar dan darahnya sampai tumpah ke cangkang telor, terus dialirin air yang banyak banget, tetep aja darah...