Langsung ke konten utama

dalam Kedalaman

Seumpama jawab yang tengah dicari
Belum kan berubah hingga nanti.


Laut ku tak sediakan angin yang tenang
Tak pula ombak pelan
Arus nya tak berima
Tak akan mampu kau temui penunjuk arah yang tepat
Di laut ku
Air-air tak mengalir
Hingga tak kau sua arah utara,
Kedalamannya dari peluh langit, yang ku peluk satu-satu
Bila tiba matahari terik berkepanjangan, menyusut pula laut ku
Sekali dua kedalamannya naik dari mata air di dasar
Bagaimana mungkin nakhoda sanggup berletih payah membuang sauh?
Jangan berharap lumba-lumba menari cantik, melihat ikan saja sudah bersyukur
Laut ku penuh karang tajam
Dipagari tebing-tebing curam
Terpinggirkan dari peradaban
Nakhoda paling bodoh sekalipun tak akan ingin mati sia-sia tanpa pengharapan
Ah benar, laut ku tak berikan harapan
Jangan pikir akan menuai meski menyemai petang pagi
Di laut ku, di kedalamannya yang tak tersentuh, di sudut-sudut kelam itu, hati ku naik tahta
Bersinggasana terumbu bermahkota mutiara
Indah tertutup.
Rapi dikunci.
Dalam kedalaman hati ku, tenggelam laut ku, tersesat ingin-ingin semu.



Kejam, laut ku
Tenggelam dalam hati ku
Masih butuh jawab kah kamu?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ada

Ada waktu waktu yang seharusnya kita lupakan Seperti membalik halaman novel kedua puluh menuju halaman dua puluh satu Atau bahkan langsung meloncat ke halaman empat ratus dua puluh enam, sedang halaman ke empat ratus dua puluh tujuh tempat frasa The End berada Ada senja senja yang mestinya terlewat begitu saja Meski hujan rintik, lampu taman meredup, bangku taman basah, anak-anak bermain bola dengan girang, Ada bunga bunga terlarang untuk kita simpan Yang kadang misteriusnya melebihi mawar, wanginya melebihi semerbak melati, teduhnya melebihi kamboja Ada Ada hal hal yang patutnya diacuhkan Tapi mantra apa yang perlu diucap? Jika saja mantra itu benar adanya ... Ada. Lafadznya 19 November 2015 ngga sengaja nemu puisi ini di laptop. puisi yang ditulis pada saat dirumah dan cuti kuliah.

ala Chef

Hi! Akhirnya update blog lagi. Btw, hari ini masak. Yah biasa sih, kalau dirumah emang harus masak sendiri, karena Mama kerja, pulangnya baru sore, jadi kalau mau makan sesuatu yang masih anget ya masak sendiri. Nanti z ceritain masak apa hari ini. jari luka Tadi waktu masak ada drama! darah di cangkang telor Jadi tadi mau motong jeruk nipis, karena masaknya di toko dan gak ada talenan (alas buat motong) jadi sok-sok an motong sambil megang jeruk nipisnya, terus yah alih-alih motong jeruk nipis malah motong jari telunjuk ^^ Langsung berdarah. Sebenernya luka nya gak begitu dalam, tapi Z  biasanya kalau luka, darahnya susah berhenti. Padahal papa udah bilang, motongnya di meja aja, dialas pakai plastik. Nanti luka jarinya. Dan kejadian. Karena malu, meskipun perih langsung ditutup pakai tissue. Masih sok-sok an gamau bilang, udah ngabisin dua tissue penuh darah segar dan darahnya sampai tumpah ke cangkang telor, terus dialirin air yang banyak banget, tetep aja darah...

noona(s) come back!

Kika: Aku-dhuduw-geu Nite from Haurmekar A27 kamar 15! Yeay! Finally, my eonni(s)/noona(s) come back! Bolo-bolo full team! Kangen banget. Karena tiap kali kita ngumpul aku selalu jadi paling bocah diantara mereka. Ngobrol banyak, tidur-tidur ayam ditempat tidur tigaan, ngegangguin Geu, dengerin curhatannya dhuduw, makan bareng sambil duduk ngelingkar tigaan (ini momen sisterhood yang paling z suka) atau belanja bareng. Setelah satu semester ditinggal Geu ke Medan dan sebulan lebih gak ketemu sama Dhuduw, nginep bareng dikosan beberapa hari jadi cara ngelepas kangen. Walaupun mereka berdua gengsi buat ngakuin itu. Hhahaha Anw, tadi ngerayain ulangtahun ke 22 nya dhuha. Masih jomblo nih dia nya, kuliah semester 6 jurusan hukum Unpad. Pengennya sama yang baik hati tidak sombong suka menabung, lebih prefer anak teknik yang bisa menaklukan hati kakaknya sebelum hatinya. Ada yang minat? Hhahaha Happy 22nd birthday dhuduw-eonni. Semoga bahagia, sehat, lancar kuliah, nemuin jodo...