Langsung ke konten utama

hufh!

Saya pernah melakukan kesalahan, hmm saya tidak tau apakah ada seseorang yang tidak pernah melakukan kesalahan selama hidupnya?
Saya menyadari hal tersebut sebagai sebuah kesalahan setelah seseorang merasa tersakiti. Simpelnya seperti ini, waktu itu karena sebuah tanggung jawab saya diberi amanah untuk melakukan otorisasi pada proyek tertentu. Saya memiliki teman-teman yang turut berkontribusi dan memiliki tugas masing-masing yang harus saya periksa. Apakah tugas mereka sudah sesuai dengan standar yang ada atau tidak, apakah bisa direvisi atau harus diulang dll. Mereka bekerja secara tim dan individu, dan apabila menemui kesulitan mereka diperkenankan meminta bantuan saya atau koordinatornya atau temannya yang lain. Waktu yang diberikanpun memadai. Suatu hari, mendekati deadline saya merasa kesal karena tugas yang diserahkan hasilnya tidak bagus (lebih tepatnya tidak layak), dilain pihak saya dituntut untuk bisa menyelesaikan proyek ini sepatnya dan sesempurna mungkin. Pada saat itu saya masih duduk di kelas XI, dan berusaha bersikap seprofesional mungkin karena ingin memberikan hasil yang baik untuk pekerjaan yang saya suka.


Ahh...
Tiba-tiba tidak ingin melanjutkan kisah itu. Takut akan semakin melukai dan semakin jahat. Ya sudah, lupakan!


Btw mama sakit 3hari terakhir, demam dan batuknya ga sehat-sehat. Barusan balik dari rumah sakit, lega sih mama gak sampai dirawat, asma nya pun ga kambuh, tapi mama harus istirahat 3hari lagi. Doakan ya, semoga mama lekas sembuh. Z bingung kalau mama sakit, ga ngerti harus ngapain. Dan selalu ngerasa kosong...
Tadi cuk nelpon dan dia juga lagi sakit di pondok. Huhuhuhu :(
Semoga lekas sembuh Dek.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ada

Ada waktu waktu yang seharusnya kita lupakan Seperti membalik halaman novel kedua puluh menuju halaman dua puluh satu Atau bahkan langsung meloncat ke halaman empat ratus dua puluh enam, sedang halaman ke empat ratus dua puluh tujuh tempat frasa The End berada Ada senja senja yang mestinya terlewat begitu saja Meski hujan rintik, lampu taman meredup, bangku taman basah, anak-anak bermain bola dengan girang, Ada bunga bunga terlarang untuk kita simpan Yang kadang misteriusnya melebihi mawar, wanginya melebihi semerbak melati, teduhnya melebihi kamboja Ada Ada hal hal yang patutnya diacuhkan Tapi mantra apa yang perlu diucap? Jika saja mantra itu benar adanya ... Ada. Lafadznya 19 November 2015 ngga sengaja nemu puisi ini di laptop. puisi yang ditulis pada saat dirumah dan cuti kuliah.

Untukmu dek, yang mulai merasa lelah dan bosan

apa kabar adikku sayang? "sudah November Kak. Kabar kami semakin kacau. 3 minggu lagi TO Propinsi, kemaren ni siap ujian mid kak. Sekarang nilai yang diterima nilai-nilai asli aja lagi. masih banyak pelajaran yang belum ngerti Kak ........dst" (tersenyum, menatapmu lembut) kemudian engkau menghela napas pelan, "ibuk tu ngajarnya gak jelas Kak. Udah kelas 3 masih aja tetap suka ngantuk di kelas Kak. masih sering tidur dikelas. masih main kartu dikelas, masih nonton pas guru ndak masuk, masih jarang ke mesjid buat dhuha padahal kelas sudah semakin dekat jaraknya dengan mesjid. tapi masih lebih dekat ke nena sih Kak...." (masih menyimakmu berbicara) "masih suka telat lah beberapa kali Kak. Kadang curi-curi waktu buat cabut, soalnya pelajarannya membosankan. Adalah beberapa kali ngebuatkan surat izin teman. masih suka ngebaca novel atau komik pas lagi belajar. Sekarang malah lagi sering-seringnya cek TL twitter

Email, pagi ini.

Dear Mr. Manager Good morning Setelah menimbang dan berfikir berulang kali, saya minta maaf. I just feel so drained that i don't have energy to fill this paper. To stand by myself, for explained what i did. I feel like i lost myself at this point. I am sorry but on serious note, typing this email with teary eyes. ...