Langsung ke konten utama

Sunda - Minang

barusan nelpon mama, dan tiba-tiba terlintas keinginan buat menulis lagi. padahal niatnya mah mau mandi :"
jadi z upload foto di instagram dan link ke facebook. foto tentang ucapan ulangtahun buat mama. di facebook ada salah seorang teman mengomentari, turut mengucapkan selamat buat mama.
nah, waktu di telpon mama ngebahas itu.

Mama (M)
Zia (Z)
Papa (P)

m : "siapa tu ya, fauzi? yang di facebook"
z : "temen ya ma. temen kuliah"
m : "anak mana ya? jurusan apa? eh atau udah kerja?"
z : "orang sunda ma. lupa, kalau gak salah bandung gitu? kenapa ma?"
m : "oooh, akuntansi juga? udah kerja atau belum ya?" 
(terus mama ngomong ke Papa)
m : "orang Sunda, temennya Ya tadi bg"
z : "ngga ma. dia manajemen. belum kerja, kan seangkatan sama ya"
m : "ooh belum kerja. mama kirain udah kerja"
z : "emang kenapa ma? mama ngebalas koment nya dia? dia ngucapin selamat buat mama kan?"
m: "iya dia bilang selamat. tapi mama bingung ga ketemu bales komentarnya dimana, jadi tadi mama kirim pesan aja ke dia."
(ngomong lagi ke Papa)
m : "seangkatan Ya bg. masih kuliah"
z : "maksudnya ma?"
m : "iya tadi mama buka di hp kan, terus ada tulisan pesan gitu. nah mama tulis pesan ke fauzi, mama bilang, iya terimakasih nak"
(z mulai mikir)
z : "jadi mama ngirim pesan personal, secara langsung ke dia?" (dengan nada shock)
m : "iya, kayanya kekirim tadi"
(z ketawa. NGAKAK!)
m :"kenapa ya? pasti nanti dia bilang ke ya "katro banget mama kamu Zi, gabisa balas komentar. malah ngirim pesan ke aku" gitu ya?
z : "hahahha, ngga ma. gak mungkin lah dia bilang gitu. yah paling shock sih, bingung juga kenapa tiba-tiba mama ngirim pesan personal ke dia"
m : hahahha, soalnya tadi mama ga ketemu gimana balas komentarnya.
(papa ngomong sama mama)
m : "ya, kata papa boleh"
z : "boleh apa ma?"
m : "ya boleh. kata papa boleh kalau sama temen ya tuh"
z : "temen ya? yang mana, siapa ma?"
m : "itu, fauzi kan. yang sunda itu"
(NGAKAK lagi!)
m : "pasti gak cuma teman deh. sampai ngucapin. kata papa gitu"
z : "ngga ma, itu paling kebetulan dia online terus ngeliat postingan z makanya komentar. pasti papa ngasal deh, gara-gara bilang dia sunda. pasti sama mama gak boleh. kan mama mau nya orang minang. hahahhaha"
m : "hahahhaha, ngga kok. kirain dia udah kerja, ternyata masih seumuran. kalau serius ya suruh nelpon gitu.emang dia tipe ya?"
(narik napas bentar. pas mau jawab langsung dipotong mama)
m : "orangnya kaya gimana ya?"
z : "baik ma. sopan juga."
m : "kaya fikri?"
z : "hah? gimana ma?"
m: "eh kemarin mama ke salon muslimah...." (pembicaraannya tiba-tiba beralih ke salon, perawatan, Cuk, dst)

Gitu deh, kalau mama-papa lagi kompak buat ngepoin anaknya. obrolan di telpon jadi ngelantur :"

Postingan populer dari blog ini

Ada

Ada waktu waktu yang seharusnya kita lupakan Seperti membalik halaman novel kedua puluh menuju halaman dua puluh satu Atau bahkan langsung meloncat ke halaman empat ratus dua puluh enam, sedang halaman ke empat ratus dua puluh tujuh tempat frasa The End berada Ada senja senja yang mestinya terlewat begitu saja Meski hujan rintik, lampu taman meredup, bangku taman basah, anak-anak bermain bola dengan girang, Ada bunga bunga terlarang untuk kita simpan Yang kadang misteriusnya melebihi mawar, wanginya melebihi semerbak melati, teduhnya melebihi kamboja Ada Ada hal hal yang patutnya diacuhkan Tapi mantra apa yang perlu diucap? Jika saja mantra itu benar adanya ... Ada. Lafadznya 19 November 2015 ngga sengaja nemu puisi ini di laptop. puisi yang ditulis pada saat dirumah dan cuti kuliah.

Untukmu dek, yang mulai merasa lelah dan bosan

apa kabar adikku sayang? "sudah November Kak. Kabar kami semakin kacau. 3 minggu lagi TO Propinsi, kemaren ni siap ujian mid kak. Sekarang nilai yang diterima nilai-nilai asli aja lagi. masih banyak pelajaran yang belum ngerti Kak ........dst" (tersenyum, menatapmu lembut) kemudian engkau menghela napas pelan, "ibuk tu ngajarnya gak jelas Kak. Udah kelas 3 masih aja tetap suka ngantuk di kelas Kak. masih sering tidur dikelas. masih main kartu dikelas, masih nonton pas guru ndak masuk, masih jarang ke mesjid buat dhuha padahal kelas sudah semakin dekat jaraknya dengan mesjid. tapi masih lebih dekat ke nena sih Kak...." (masih menyimakmu berbicara) "masih suka telat lah beberapa kali Kak. Kadang curi-curi waktu buat cabut, soalnya pelajarannya membosankan. Adalah beberapa kali ngebuatkan surat izin teman. masih suka ngebaca novel atau komik pas lagi belajar. Sekarang malah lagi sering-seringnya cek TL twitter

Email, pagi ini.

Dear Mr. Manager Good morning Setelah menimbang dan berfikir berulang kali, saya minta maaf. I just feel so drained that i don't have energy to fill this paper. To stand by myself, for explained what i did. I feel like i lost myself at this point. I am sorry but on serious note, typing this email with teary eyes. ...