Langsung ke konten utama

Mahasiswa tingkat empat

Topik obrolan kalau udah jadi mahasiswa tingkat empat:

#1 Tujuan Hidup

Mama (M) : Jadi habis kuliah mau ngapain mbak?

Zia (Z) : kerja ma. Ngumpulin uang terus nyekolahin adek sampai kuliah s1 nya beres.

M : mau jadi apa nak nanti? Kerja nya mau dimana gitu, mau ngapain? Kan bentar lagi selesai kuliahnya.

Z : hmm..

Papa (P) : PNS sekarang enak Ya. Kerja gak susah, gaji pasti, dapat pensiunan pula. Baguslah buat anak perempuan.

Z : gamau PNS pa. Kurang dinamis dan sangat monoton.

M : Jadinya mau dimana?

Z : hmm sebenernya masih sering berubah-ubah gitu ma. Mau kerja jadi akuntan di perusahaan, mau jadi internal auditor, mau kerja di BUMN, mau jadi dosen. Masih belum pasti ma.

P : loh gimana udah segini belum punya tujuan hidup.

Z : yah masih bingung. Yang udah pasti dan ga berubah dari jaman dulu sampai sekarang baru satu, z mau jadi Ibu.

P : loh, ngapain capek-capek kuliah kalau cuma mau jadi ibu? Ngapain sekolah tinggi kalau gitu.

Z : justru karena z mau jadi seorang Ibu makanya harus sekolah tinggi Pa. Nanti anak z mau diajarin apa kalau z ga tau apa-apa. Jadi ibu itu pekerjaan paling susah tau Pa. Belajar dn kerjanya seumur hidup.

M : iyasih bener, tapi kan buat mencapai tujuan akhir jadi Ibu itu, z juga harus punya karir dan pekerjaan. Nah sekarang ini coba dipikirin jenjang yang mau z lewatin buat mencapai tujuan jadi Ibu itu yang gimana..

Z : z pengen jadi ibu ideal. Harus paham gimana parenting yang baik, ngurus anak yang bener, ngurus keluarga yang bener. Z pengen anak-anak z nanti mendapatkan apa yang menurut z seharusnya mereka dapatkan supaya gajadi seperti z ma. Semua yang kurang dari apa yang z dapatkan, anak-anak z harus mendapatkan lebih ma.

M : iya boleh, malah harus seperti itu. Mama juga mau nya punya cucu yang soleh dan soleha. Tapi kan z ga langsung nikah habis kuliah, jadi coba juga buat nyusun rencana kehidupan lainnya. Jadi ibu juga harus mandiri loh, dengan z punya karir pekerjaan yang bagus, suatu hari nanti bisa bantu suami. Terus kalau mau beli ini itu ga mesti nunggu uang dari suami, kalau mau ngirim uang buat mama papa dan adek juga lebih gampang kan?

Z : iya ma..


*to be continue..*

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ada

Ada waktu waktu yang seharusnya kita lupakan Seperti membalik halaman novel kedua puluh menuju halaman dua puluh satu Atau bahkan langsung meloncat ke halaman empat ratus dua puluh enam, sedang halaman ke empat ratus dua puluh tujuh tempat frasa The End berada Ada senja senja yang mestinya terlewat begitu saja Meski hujan rintik, lampu taman meredup, bangku taman basah, anak-anak bermain bola dengan girang, Ada bunga bunga terlarang untuk kita simpan Yang kadang misteriusnya melebihi mawar, wanginya melebihi semerbak melati, teduhnya melebihi kamboja Ada Ada hal hal yang patutnya diacuhkan Tapi mantra apa yang perlu diucap? Jika saja mantra itu benar adanya ... Ada. Lafadznya 19 November 2015 ngga sengaja nemu puisi ini di laptop. puisi yang ditulis pada saat dirumah dan cuti kuliah.

Email, pagi ini.

Dear Mr. Manager Good morning Setelah menimbang dan berfikir berulang kali, saya minta maaf. I just feel so drained that i don't have energy to fill this paper. To stand by myself, for explained what i did. I feel like i lost myself at this point. I am sorry but on serious note, typing this email with teary eyes. ...

ala Chef

Hi! Akhirnya update blog lagi. Btw, hari ini masak. Yah biasa sih, kalau dirumah emang harus masak sendiri, karena Mama kerja, pulangnya baru sore, jadi kalau mau makan sesuatu yang masih anget ya masak sendiri. Nanti z ceritain masak apa hari ini. jari luka Tadi waktu masak ada drama! darah di cangkang telor Jadi tadi mau motong jeruk nipis, karena masaknya di toko dan gak ada talenan (alas buat motong) jadi sok-sok an motong sambil megang jeruk nipisnya, terus yah alih-alih motong jeruk nipis malah motong jari telunjuk ^^ Langsung berdarah. Sebenernya luka nya gak begitu dalam, tapi Z  biasanya kalau luka, darahnya susah berhenti. Padahal papa udah bilang, motongnya di meja aja, dialas pakai plastik. Nanti luka jarinya. Dan kejadian. Karena malu, meskipun perih langsung ditutup pakai tissue. Masih sok-sok an gamau bilang, udah ngabisin dua tissue penuh darah segar dan darahnya sampai tumpah ke cangkang telor, terus dialirin air yang banyak banget, tetep aja darah...