Langsung ke konten utama

Aceh ; Atjeh ; Acheh

Propinsi paling ujung kiri di peta Indonesia, NAD.
Aceh.
Suka daerah ini sejak SMA. Bermula dari suka lagu nya Bungong Jeumpa, makanannya--mie aceh-- tariannya, hingga orangnya. Okay, yang terakhir berkontribusi paling banyak dalam urusan suka sama kota ini.
Belum punya teman yang benar-benar orang Aceh. Kenal sama seseorang yang dulu sempat sekolah di Aceh dan satu lagi tau seseorang yang asalnya dari Aceh. Aku nya tau beliau, beliau nya tidak tau aku. Tapi dari ke-tahu-an sepihak ini sudah lebih dari cukup dalam meningkatkan hasrat untuk mengunjungi kota serambi mekah ini. Kota Islam nya Indonesia. Satu-satunya daerah yang menerapkan hukum syariat Islam. Hanya disini bisa melihat hukuman cambuk diterapkan bagi pasangan yang berkhalwat. Daerah yang pernah disapu tsunami yang luar biasa. Daerah yang pernah menjadi latar belakang tempat pada sebuah novel dari seorang penulis yang aku suka, hafalan shalat Delisa.
Aku belum tau banyak tentang Aceh.
Hanya selalu merasa tertarik saat mendengar dendang yang mengiringi setiap tariannya.
tertarik saat mendengar cakap orang Aceh.
tertarik dengan makanannya.
Semoga suatu hari nanti, Allah izinkan untuk bertandang mengagumi keindahanNya pada kota ini, yah bersyukur juga kalau ternyata menemukan keluarga baru nya disini *ehhh

Postingan populer dari blog ini

Ada

Ada waktu waktu yang seharusnya kita lupakan Seperti membalik halaman novel kedua puluh menuju halaman dua puluh satu Atau bahkan langsung meloncat ke halaman empat ratus dua puluh enam, sedang halaman ke empat ratus dua puluh tujuh tempat frasa The End berada Ada senja senja yang mestinya terlewat begitu saja Meski hujan rintik, lampu taman meredup, bangku taman basah, anak-anak bermain bola dengan girang, Ada bunga bunga terlarang untuk kita simpan Yang kadang misteriusnya melebihi mawar, wanginya melebihi semerbak melati, teduhnya melebihi kamboja Ada Ada hal hal yang patutnya diacuhkan Tapi mantra apa yang perlu diucap? Jika saja mantra itu benar adanya ... Ada. Lafadznya 19 November 2015 ngga sengaja nemu puisi ini di laptop. puisi yang ditulis pada saat dirumah dan cuti kuliah.

Untukmu dek, yang mulai merasa lelah dan bosan

apa kabar adikku sayang? "sudah November Kak. Kabar kami semakin kacau. 3 minggu lagi TO Propinsi, kemaren ni siap ujian mid kak. Sekarang nilai yang diterima nilai-nilai asli aja lagi. masih banyak pelajaran yang belum ngerti Kak ........dst" (tersenyum, menatapmu lembut) kemudian engkau menghela napas pelan, "ibuk tu ngajarnya gak jelas Kak. Udah kelas 3 masih aja tetap suka ngantuk di kelas Kak. masih sering tidur dikelas. masih main kartu dikelas, masih nonton pas guru ndak masuk, masih jarang ke mesjid buat dhuha padahal kelas sudah semakin dekat jaraknya dengan mesjid. tapi masih lebih dekat ke nena sih Kak...." (masih menyimakmu berbicara) "masih suka telat lah beberapa kali Kak. Kadang curi-curi waktu buat cabut, soalnya pelajarannya membosankan. Adalah beberapa kali ngebuatkan surat izin teman. masih suka ngebaca novel atau komik pas lagi belajar. Sekarang malah lagi sering-seringnya cek TL twitter

Email, pagi ini.

Dear Mr. Manager Good morning Setelah menimbang dan berfikir berulang kali, saya minta maaf. I just feel so drained that i don't have energy to fill this paper. To stand by myself, for explained what i did. I feel like i lost myself at this point. I am sorry but on serious note, typing this email with teary eyes. ...