Langsung ke konten utama

tentang imam

Suatu sore, tepat seminggu sebelum sidang akhir, bg Yan dan kak Erlin main ke kosan. Ngobrol banyak, salah satunya mendengar cerita z tentang betapa menenangkannya pengalaman ikut mabit di Salman beberapa hari sebelumnya.

Zia : "pengen deh nanti, dapat imam nya anak kampus sebelah bang. Udahlah ilmu dunia nya bagus, insyaallah sholeh lagi. Kemarin aja imam qiyamul lail nya lulusan kampus itu loh."

Bg Yan : "abang punya banyak temen anak lulusan sana. Mau dikenalin?"

Zia : "ngga ih, makasiih. Lagian kata Asangki, kalau mau nemu yang kaya gitu ya nyari nya di lingkungan yang baik, lewat temen temen yang baik, di mesjid tuh nyarinya."

bg Yan : "temen temen abang baik kok, malah hafalan nya ada yang 7 juz 500 hadist gitu"

Zia : "ngga deh, abang aja udah setua ini, gimana temen abang, masa aku nikah nya sama om om.."

bg Yan : "lu tuh, nyari imam solat apa imam hidup?"

Zia : "ya kedua nya atuh! Buat aku, imam solat dan imam hidup itu gabisa dipisahkan bang. Kalau dia jadi imam hidup aku, ya harus jadi imam solat ku juga. Itu prinsip loh"

bg Yan : "serahh lu deh!"

Postingan populer dari blog ini

Ada

Ada waktu waktu yang seharusnya kita lupakan Seperti membalik halaman novel kedua puluh menuju halaman dua puluh satu Atau bahkan langsung meloncat ke halaman empat ratus dua puluh enam, sedang halaman ke empat ratus dua puluh tujuh tempat frasa The End berada Ada senja senja yang mestinya terlewat begitu saja Meski hujan rintik, lampu taman meredup, bangku taman basah, anak-anak bermain bola dengan girang, Ada bunga bunga terlarang untuk kita simpan Yang kadang misteriusnya melebihi mawar, wanginya melebihi semerbak melati, teduhnya melebihi kamboja Ada Ada hal hal yang patutnya diacuhkan Tapi mantra apa yang perlu diucap? Jika saja mantra itu benar adanya ... Ada. Lafadznya 19 November 2015 ngga sengaja nemu puisi ini di laptop. puisi yang ditulis pada saat dirumah dan cuti kuliah.

Untukmu dek, yang mulai merasa lelah dan bosan

apa kabar adikku sayang? "sudah November Kak. Kabar kami semakin kacau. 3 minggu lagi TO Propinsi, kemaren ni siap ujian mid kak. Sekarang nilai yang diterima nilai-nilai asli aja lagi. masih banyak pelajaran yang belum ngerti Kak ........dst" (tersenyum, menatapmu lembut) kemudian engkau menghela napas pelan, "ibuk tu ngajarnya gak jelas Kak. Udah kelas 3 masih aja tetap suka ngantuk di kelas Kak. masih sering tidur dikelas. masih main kartu dikelas, masih nonton pas guru ndak masuk, masih jarang ke mesjid buat dhuha padahal kelas sudah semakin dekat jaraknya dengan mesjid. tapi masih lebih dekat ke nena sih Kak...." (masih menyimakmu berbicara) "masih suka telat lah beberapa kali Kak. Kadang curi-curi waktu buat cabut, soalnya pelajarannya membosankan. Adalah beberapa kali ngebuatkan surat izin teman. masih suka ngebaca novel atau komik pas lagi belajar. Sekarang malah lagi sering-seringnya cek TL twitter

Email, pagi ini.

Dear Mr. Manager Good morning Setelah menimbang dan berfikir berulang kali, saya minta maaf. I just feel so drained that i don't have energy to fill this paper. To stand by myself, for explained what i did. I feel like i lost myself at this point. I am sorry but on serious note, typing this email with teary eyes. ...