Langsung ke konten utama

Zia menurut Zikra

Zikra (Kujit) said, "I know you so well, Kak!"

Menurut Kujit, Z tidak sepenuhnya ekstrovert. Semua orang juga seperti ini. Meskipun salah satu diantara keduanya (ekstrovert/introvert) pasti ada yang lebih dominan. Namun, menurutnya, bagi Z, sisi introvert nya tidak kalah kuat dengan ekstrovertnya. Dengan catatan tambahan, sisi ini hanya bisa dilihat oleh orang-orang terdekat saja. Oleh mereka yang benar-benar ada di lingkungan terdekat z, membersamai banyak waktu z.

Katanya lagi, sebenarnya z tidak punya banyak orang terdekat. Sederhananya, kalau lah dia sudah menjadi apa yang z baca dan z ceritakan, maka dia termasuk ke bagian sedikit orang terdekat. Lebih lanjut, Kujit menjelaskan, dari luar z terlihat seperti bisa bergaul dengan mudah, bisa komunikasi dengan baik, bisa berteman dengan banyak orang, namun sebenarnya z tidak menganggap mereka sebagai benar-benar teman. Kebanyakan diantara mereka hanya sebatas kenalan atau rekan. Bagi z, teman adalah saat dia mampu menyentuh z secara emosional, dan kenyataannya, tidak banyak orang bisa melakukan ini ke z. Meski sudah sering ngobrol bareng, main bareng, dst selama dia tidak mampu menyentuh z secara emosional, maka z belum akan menjadikannya sebagai lingkungan orang terdekat. Dan ternyata, ada satu-dua orang yang bahkan tidak butuh waktu lama dan intens dalam berkomunikasi untuk bisa menyentuh z secara emosional. Maka jadilah dia masuk kebagian sedikit orang terdekat itu.

Buktinya?
"Ika tau siapa saja yang kakak ceritakan, siapa yang kakak bahas. Dan cara kakak membahasnya beda. Sebegitu sedikitnya orang-orang yang kakak jadikan sebagai lingkungan terdekat kakak."

"Sederhananya, si A meski bertahun-tahun, tiap kali kakak pulang dia selalu muncul dan kalian tetap berkomunikasi meski sudah lama gak ketemu, tapi dia bukan orang yang sering kakak bahas. Dia bukan tipikal yang, ketika kakak menceritakannya, seolah tidak akan habis cerita tentang mereka. Kenapa? Karena tidak ada hal menarik dari dia menurut kakak. Gak ada hal spesial, jadilah si A ini menjadi orang biasa saja buat kakak."

Begitukah?
Lalu z mengingat siapa yang z jadikan teman dekat atau pernah menjadi bagian dari itu. Orang-orang yang seringkali z hadirkan di banyak momen penting dalam hidup. Dan ternyata, tidak banyak. Z punya kenalan yang tidak sedikit, tapi teman, yang sosoknya tidak hanya sering z hadirkan tapi juga senantiasa menghadirkan z di hari nya, itu sedikit. Bahkan, ketika z rasa mereka tidak lagi menghadirkan z di hari nya, maka dengan segala kesadaran diri, z pun mengeliminasi hadirnya dari hari-hari z. Jadilah kita sebagai, yang pernah berteman dekat.

Maka sewajarnyalah z sedih saat z bilang, "z independen mas!" Lalu  mas Eko jawab, "sok kuat kamu Zi, padahal nggak punya teman."

Sedihnya karena, z tidak bisa menampik apa yang mas Eko bilang. Z gak punya teman, katanya. Z sih senyum aja, karena memang, tidak semua orang bisa kita jadikan teman, meski seisi dunia menganggapnya baik, jika dia bukan orang yang mau dan bisa diajak, tidak hanya haha-hihi tapi juga mau jadi lawan debat, lawan marah-marahan, ada dan menguatkan disaat dirinya pun sama lemahnya, maka dia bukan orang yang bisa z jadikan teman dekat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ada

Ada waktu waktu yang seharusnya kita lupakan Seperti membalik halaman novel kedua puluh menuju halaman dua puluh satu Atau bahkan langsung meloncat ke halaman empat ratus dua puluh enam, sedang halaman ke empat ratus dua puluh tujuh tempat frasa The End berada Ada senja senja yang mestinya terlewat begitu saja Meski hujan rintik, lampu taman meredup, bangku taman basah, anak-anak bermain bola dengan girang, Ada bunga bunga terlarang untuk kita simpan Yang kadang misteriusnya melebihi mawar, wanginya melebihi semerbak melati, teduhnya melebihi kamboja Ada Ada hal hal yang patutnya diacuhkan Tapi mantra apa yang perlu diucap? Jika saja mantra itu benar adanya ... Ada. Lafadznya 19 November 2015 ngga sengaja nemu puisi ini di laptop. puisi yang ditulis pada saat dirumah dan cuti kuliah.

Email, pagi ini.

Dear Mr. Manager Good morning Setelah menimbang dan berfikir berulang kali, saya minta maaf. I just feel so drained that i don't have energy to fill this paper. To stand by myself, for explained what i did. I feel like i lost myself at this point. I am sorry but on serious note, typing this email with teary eyes. ...

ala Chef

Hi! Akhirnya update blog lagi. Btw, hari ini masak. Yah biasa sih, kalau dirumah emang harus masak sendiri, karena Mama kerja, pulangnya baru sore, jadi kalau mau makan sesuatu yang masih anget ya masak sendiri. Nanti z ceritain masak apa hari ini. jari luka Tadi waktu masak ada drama! darah di cangkang telor Jadi tadi mau motong jeruk nipis, karena masaknya di toko dan gak ada talenan (alas buat motong) jadi sok-sok an motong sambil megang jeruk nipisnya, terus yah alih-alih motong jeruk nipis malah motong jari telunjuk ^^ Langsung berdarah. Sebenernya luka nya gak begitu dalam, tapi Z  biasanya kalau luka, darahnya susah berhenti. Padahal papa udah bilang, motongnya di meja aja, dialas pakai plastik. Nanti luka jarinya. Dan kejadian. Karena malu, meskipun perih langsung ditutup pakai tissue. Masih sok-sok an gamau bilang, udah ngabisin dua tissue penuh darah segar dan darahnya sampai tumpah ke cangkang telor, terus dialirin air yang banyak banget, tetep aja darah...