Langsung ke konten utama

Postingan

Uri Debi!

Dear Debora, Deboya, Debski Sahabat Batak dari bumi Bekasi yang gue sayang. Gue yakin, lebih dari 100%, kalau gue ngomong satu dua hal buat lo, lo ngga akan percaya dan menganggapnya angin lalu. Gue akui, seringkali memberi nasehat itu lebih mudah daripada prakteknya. Nah karena itu, gue sedini hari ini (01:04) dengan sengaja ngubek-ngubek fanpage seorang penulis yang gue suka dan gue percaya beliau ga asal bacot, untuk lo baca. Mungkin lo bisa lebih menerima dengan rasional jika kalimat ini bukan dari gue deb. FYI karena lo salah seorang yang gila akan kredibilitas, gue kasih tau, penulis kesukaan gue ini merupakan salah satu dosen FE UI. Iya, universitas kuning yang itu deb! Jadi, mau kah lo sedikit membaca dan merenungkannya dengan baik?

selca

Ramadhan sebentar lagi! Selamat ulangtahun ke20, Adik gugus hijau berhidung tomat! Si kesayangan yang paling jauh jaraknya. Anak-anak G'95+- ngebikin video singkat buat Bucul. Itu screen capture dari video nya. Kata anak-anak, z terlihat yang paling dewasa :" Kalau kata z, itu terlihat bahagia. Pipi tembem, hidung pesek, dagu bulat, smiling eyes dan alis mata yang tidak bertaut :"

Juni

Hujan Bulan Juni -Sapardi Djoko Damono- tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan juni dirahasiakannya rintik rindunya kepada pohon berbunga itu tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan juni dihapusnya jejak-jejak kakinya yang ragu-ragu di jalan itu tak ada yang lebih arif dari hujan bulan juni dibiarkannya yang tak terucapkan diserap akar pohon bunga itu Salah satu puisi yang z suka, tepat saat pertama kali membaca nya. Entah sudah berapa waktu yang lalu untuk pertama kali nya z membaca puisi ini. Hari ini melelahkan. Indah sekali pelarian z hari ini. Ah ya, satu hal. Bisa tolong beri jarak terlebih dahulu?

11:57 PM

Sekitar 57 menit yang lalu (11:00 PM) nyampe dikosan. 40 menit yang lalu selesai mandi dan sekarang duduk manis menulis sambil nungguin rambut nya cukup kering buat tidur. Hari ini sedianya ada rapat terakhir FMEI, sudah minta izin untuk tidak ikut mendampingi. Malam ini digantiin bapak tiri aka Faris. Ada tugas ALK yang luar biasa ribetnya menunggu untuk dikerjakan dan kebagian jadwal presentasi besok siang. Meskipun begitu, berhubung mengerjakan tugas di ruang RKM BEM (yang di ruang dalam nya ada rapat Kastrat) malam ini z tetap pulang terakhir. Sedikit lebih lama dibandingkan anak-anak kementrian Kastrat yang biasanya z tunggui rapatnya.  Ada sedikit rasa was-was, khawatir dan lelah yang bertumpuk. Entah itu tugas kuliah, keribetan organisasi, simpang silih pendapat dan banyak lagi. Hingga akhirnya, saat ini tengah berada pada satu titik dimana z berusaha melepaskan semuanya dengan tenang. Menjalankan dengan usaha mati-matian buat ikhlas dan sabar. Berusaha untuk menerapkan...

Padi

semua tak sama tak pernah sama apa

Layangan : tarik ulur

ku ambil buluh sebatang   ku potong sama panjang   ku raut dan kutimbang dengan benang   kujadikan layang-layang "Ayo!" Lincah gerak kaki mu diantara rumput hijau menarik segulung benang yang bertumpuk pada kaleng bekas sarden Kamu tersenyum semilir angin menggoyang anak rambut sekali dua kamu sibuk merapihkan "potong rambut makanya!" ujarku yang kamu balas cengiran tak berdosa, aku-belum-menemukan-pangkas-rambut-yang-sesuai, kira-kira begitu arti cengiran itu Kita sudah mencapai bukit landai matahari cerah, tak begitu terik angin berhembus syahdu katamu, ini waktu yang tepat menerbangkan layangan. Lantas sibuk menggedor pintu kamarku dan memastikan tidak ada agenda lain selain menerbangkan layangan ini bersamamu. "tunggu disini!"  suaramu nyaris hilang ditelan keseriusan pada benang dan layangan aku menurut, duduk manis dibawah pohon cemara bermain... berlari...   bermain layang-layang musim-musim ini, angin berhembus baik sepa...