Langsung ke konten utama

kecewa

aku tidak dibesarkan dengan adat, maka jangan salahkan aku jika tidak mengerti dan mempertanyakan banyak adat.
aku dibesarkan dengan mimpi dan harapan. lantas saat satu mimpi tercapai mimpi-mimpi yang lain pun mengerubungi.
seringkali mimpi, harapan dan adat cenderung bergesek tak bersisian.
haruskah aku yang saat sudah 18tahun tiba-tiba mengerti dan berganti metode pembelajaran? ya, aku ternyata belum sedewasa yang diharapkan. maka tunggu saja. lihat seperti apa aku nanti.
yang aku pahami hanyalah tumbuh menjadi perempuan yang sesuai dengan mimpi dan harapan.
kalau nanti hitungan 5 atau 10 tahun lagi tuntutan berubah, bisa jadi aku akan tumbuh menjadi perempuan yang tumbuh sesuai dengan keinginan orang lain. tumbuh sebagaimana mestinya aku harus tumbuh. tapi kini biarkan sejenak aku memasang telinga kuda, tak mengerti dan tak peduli. hanya ingin tumbuh sesuai dengan mimpi dan harapan.toh mereka lebih dari cukup tau mimpi dan harapan ini tidak salah, tidak menyimpang dan tidak aneh-aneh. maka biarkan aku menikmati saat orang lain sibuk memberi label egois.
aku terlalu lelah untuk peduli. toh mereka tau persis aku nanti pada akhirnya akan mengikuti alur permainan dengan baik, meskipun hanya karena dilandaskan rasa hormat.

ya, aku senantiasa berusaha untuk mengerti.
aku saja.
ya, aku yang entah sampai kapan bisa memenuhi kriteria
cukup dewasa dalam pemahaman permainan ini.
aku saja.

Postingan populer dari blog ini

Ada

Ada waktu waktu yang seharusnya kita lupakan Seperti membalik halaman novel kedua puluh menuju halaman dua puluh satu Atau bahkan langsung meloncat ke halaman empat ratus dua puluh enam, sedang halaman ke empat ratus dua puluh tujuh tempat frasa The End berada Ada senja senja yang mestinya terlewat begitu saja Meski hujan rintik, lampu taman meredup, bangku taman basah, anak-anak bermain bola dengan girang, Ada bunga bunga terlarang untuk kita simpan Yang kadang misteriusnya melebihi mawar, wanginya melebihi semerbak melati, teduhnya melebihi kamboja Ada Ada hal hal yang patutnya diacuhkan Tapi mantra apa yang perlu diucap? Jika saja mantra itu benar adanya ... Ada. Lafadznya 19 November 2015 ngga sengaja nemu puisi ini di laptop. puisi yang ditulis pada saat dirumah dan cuti kuliah.

Untukmu dek, yang mulai merasa lelah dan bosan

apa kabar adikku sayang? "sudah November Kak. Kabar kami semakin kacau. 3 minggu lagi TO Propinsi, kemaren ni siap ujian mid kak. Sekarang nilai yang diterima nilai-nilai asli aja lagi. masih banyak pelajaran yang belum ngerti Kak ........dst" (tersenyum, menatapmu lembut) kemudian engkau menghela napas pelan, "ibuk tu ngajarnya gak jelas Kak. Udah kelas 3 masih aja tetap suka ngantuk di kelas Kak. masih sering tidur dikelas. masih main kartu dikelas, masih nonton pas guru ndak masuk, masih jarang ke mesjid buat dhuha padahal kelas sudah semakin dekat jaraknya dengan mesjid. tapi masih lebih dekat ke nena sih Kak...." (masih menyimakmu berbicara) "masih suka telat lah beberapa kali Kak. Kadang curi-curi waktu buat cabut, soalnya pelajarannya membosankan. Adalah beberapa kali ngebuatkan surat izin teman. masih suka ngebaca novel atau komik pas lagi belajar. Sekarang malah lagi sering-seringnya cek TL twitter

Email, pagi ini.

Dear Mr. Manager Good morning Setelah menimbang dan berfikir berulang kali, saya minta maaf. I just feel so drained that i don't have energy to fill this paper. To stand by myself, for explained what i did. I feel like i lost myself at this point. I am sorry but on serious note, typing this email with teary eyes. ...