Langsung ke konten utama

Sajak-sajak singkat

G
(I) aku fikir diam telah banyak memendekkan jarak,
ternyata itu adalah bahasanya.
kabar baiknya, kita mengerti.
sejauh ini
(II) ruang kita adalah jarak,
bahasanya diam.
hebatnya, saling mengerti lewat satu-dua kata dan tanda senyum.
bahkan senyumpun lewat titik dua kurung!
(III) cukup mengerti,
kata-kata itu aku
dan kalimat ini kita.
selalu begitu,
bercerita dalam diam. 
(IV) kenapa?
ada yang berubah pada sikapku?
coba lihat lagi hatimu,
barangkali jawabannya sudah ada disana. 
(V) purnama kedua akan segera terlewati.
terimakasih pada setiap detik yang mengaduk dan membolak-balik
perasaan kita.
terimakasih karena masih bertahan memegang kemudi. 
(VI) tidak peduli apakah kamu jauh atau dekat,
terlihat jauh ataupun terlihat dekat.
kamu sudah punya halaman sendiri.
sekarang atau esok lusa,
meski keadaan sudah berbeda kamu tetap apa yang selalu aku baca 
(VII) seringkali bagiku kau layaknya hujan.
turun sedikit menyejukkan
atau deras membuat kuyup,
aku tetap suka 
(VIII) kita tidak harus menjadi sama
untuk bisa bersama, bukan? 
gak tau tanggal persisnya kapan
setiap sajak itu di post di tumblr. Lucu.

Postingan populer dari blog ini

Email, pagi ini.

Dear Mr. Manager Good morning Setelah menimbang dan berfikir berulang kali, saya minta maaf. I just feel so drained that i don't have energy to fill this paper. To stand by myself, for explained what i did. I feel like i lost myself at this point. I am sorry but on serious note, typing this email with teary eyes. ...

Birthday Blues

Untuk diri yang mencintai kata-kata, hidup diantara yang tidak mampu membaca adalah sebuah kesialan yang menjadi candu. Kamu tau itu menyesakkan, tapi kamu selalu suka menantang diri sendiri sambil bilang, 'i can handle this'. Mengutip sebuah judul lagu minang yang gak sengaja mengalun saat menuliskan ini, "Kadang antahlah tapi baalah" Sekali waktu ada momen lelah banget. Banyak kalimat-kalimat sudah dituliskan tapi kemudian urung diungkapkan. Belum dirilis saja, sudah terbayang reaksi dari orang-orang yang tak mampu membaca. 'Jangan curhat di sosmed, gak baik' 'Jangan cengeng, mengeluh tidak membuat semua jadi selesai' 'Apasih lebay banget. Gitu aja sedih' 'Banyak yang lebih susah dari itu' Lalu akhirnya kalimat-kalimat jadi terpangkas. Kata-kata mulai banyak yang hilang. Lalu lagu Minang lainnya yang tengah mengalun di akhir tulisan ini, 'Mandi ka lubuak mandalian Udang disangko tali tali Mabuak untuang jo parasaian Patang disangk...

ala Chef

Hi! Akhirnya update blog lagi. Btw, hari ini masak. Yah biasa sih, kalau dirumah emang harus masak sendiri, karena Mama kerja, pulangnya baru sore, jadi kalau mau makan sesuatu yang masih anget ya masak sendiri. Nanti z ceritain masak apa hari ini. jari luka Tadi waktu masak ada drama! darah di cangkang telor Jadi tadi mau motong jeruk nipis, karena masaknya di toko dan gak ada talenan (alas buat motong) jadi sok-sok an motong sambil megang jeruk nipisnya, terus yah alih-alih motong jeruk nipis malah motong jari telunjuk ^^ Langsung berdarah. Sebenernya luka nya gak begitu dalam, tapi Z  biasanya kalau luka, darahnya susah berhenti. Padahal papa udah bilang, motongnya di meja aja, dialas pakai plastik. Nanti luka jarinya. Dan kejadian. Karena malu, meskipun perih langsung ditutup pakai tissue. Masih sok-sok an gamau bilang, udah ngabisin dua tissue penuh darah segar dan darahnya sampai tumpah ke cangkang telor, terus dialirin air yang banyak banget, tetep aja darah...