Langsung ke konten utama

kisah pada aksara

Hai!
Aku memutuskan untuk menulis ulang banyak monolog, sajak dan puisi dari lembar hari kemarin.
Dari orang-orang yang menemani meski tidak sampai akhir.
ketika aku membaca ulang semua tulisan itu, aku jatuh hati. Jatuh hati pada susunan diksi, pada rima, pada tanda baca.
Aku tidak pernah berpikir akan bisa menulis kalimat-kalimat itu jika aku sedang tidak merasakannya.
Karenanya, sungguh. Dari ketulusan semua kenangan, aku ingin berterimakasih.
Terimakasih atas pendewasaan yang terhampar, atas kisah-kisah lucu yang menyedihkan, atas semua senyum dan kebahagiaan. Sungguh menyenangkan bisa saling mengenal dan memberi jeda pada tulisan-tulisan ini.
Diatas semuanya, aku tidak menuliskan ada berapa H, berapa G, berapa A ataupun berapa J. Karena toh, itu hanya bagian dari alfabet. Bisa saja aku mengganti G dengan M, C, B atau variabel apapun. Meski alfabet-alfabet tersebut merujuk pada kejadian, seseorang, waktu atau sebuah kisah, aku tidak pernah menyebutkan ada berapa hitungan mereka. Bisa saja M, C, dan B terwakili oleh G maka sajak G pun menjadi banyak sekali. Bisa juga kemungkinan lainnya. Karena aku percaya, dalam sebuah aksara tak pernah ada batasan.
Aku mencintai setiap waktu. Dan penuh dengan rasa penasaran akan seperti apa orang-orang dan kisah-kisah di masa yang akan datang. Untukku, aksara dan kisah adalah dua sisi mata uang. Saling terkait. Dan aku akan dengan senang hati menuliskannya. Menjadi perantara agar terbaca.
Terakhir, selamat menyelami kisah pada aksara!

Postingan populer dari blog ini

Ada

Ada waktu waktu yang seharusnya kita lupakan Seperti membalik halaman novel kedua puluh menuju halaman dua puluh satu Atau bahkan langsung meloncat ke halaman empat ratus dua puluh enam, sedang halaman ke empat ratus dua puluh tujuh tempat frasa The End berada Ada senja senja yang mestinya terlewat begitu saja Meski hujan rintik, lampu taman meredup, bangku taman basah, anak-anak bermain bola dengan girang, Ada bunga bunga terlarang untuk kita simpan Yang kadang misteriusnya melebihi mawar, wanginya melebihi semerbak melati, teduhnya melebihi kamboja Ada Ada hal hal yang patutnya diacuhkan Tapi mantra apa yang perlu diucap? Jika saja mantra itu benar adanya ... Ada. Lafadznya 19 November 2015 ngga sengaja nemu puisi ini di laptop. puisi yang ditulis pada saat dirumah dan cuti kuliah.

Untukmu dek, yang mulai merasa lelah dan bosan

apa kabar adikku sayang? "sudah November Kak. Kabar kami semakin kacau. 3 minggu lagi TO Propinsi, kemaren ni siap ujian mid kak. Sekarang nilai yang diterima nilai-nilai asli aja lagi. masih banyak pelajaran yang belum ngerti Kak ........dst" (tersenyum, menatapmu lembut) kemudian engkau menghela napas pelan, "ibuk tu ngajarnya gak jelas Kak. Udah kelas 3 masih aja tetap suka ngantuk di kelas Kak. masih sering tidur dikelas. masih main kartu dikelas, masih nonton pas guru ndak masuk, masih jarang ke mesjid buat dhuha padahal kelas sudah semakin dekat jaraknya dengan mesjid. tapi masih lebih dekat ke nena sih Kak...." (masih menyimakmu berbicara) "masih suka telat lah beberapa kali Kak. Kadang curi-curi waktu buat cabut, soalnya pelajarannya membosankan. Adalah beberapa kali ngebuatkan surat izin teman. masih suka ngebaca novel atau komik pas lagi belajar. Sekarang malah lagi sering-seringnya cek TL twitter

Email, pagi ini.

Dear Mr. Manager Good morning Setelah menimbang dan berfikir berulang kali, saya minta maaf. I just feel so drained that i don't have energy to fill this paper. To stand by myself, for explained what i did. I feel like i lost myself at this point. I am sorry but on serious note, typing this email with teary eyes. ...