Langsung ke konten utama

Salam dan Sapa

G
aku melihat kamu dari kejauhan
tanpa harus membuka pintu dan jendela
aku tau kamu mengetuk,
mengutarakan salam.
licik sekali bukan? menyapaku dengan salam
kalimat yang wajib aku jawab meski enggan bertukar sapa
belakangan kamu seringkali datang,
meninggalkan jejak
bukan menolak dan tak ingin sekedar berteman
tapi bagiku butuh lebih banyak waktu untuk menyelesaikan ini
bahkan saat aku telah merasa pulih dan kamu datang,
tetap saja sekotak masa lalu itu bergetar
"apakah aku sebaiknya tak muncul lagi?" tanyamu,
aku tidak pernah ingin menghapus apapun dan siapapun
aku menikmati setiap hal yang terjadi
memaafkan meski tidka pernah bisa melupakan
tidak membuat sekat atas nama pertemanan,
hanya saja aku masih butuh waktu
waktu untuk terbias dan percaya kita adalah teman
"berapa lama?" katamu
entahlah. jangankan kamu, akupun tidak tau.
karena luka, sekalipun telah hilang bekas,
rasa perihnya tak pernah terhapus

tidak ada keterangan tanggal
kapan tulisan ini di posting di tumblr.
tapi satu hal, ini udah lama kok. just to make sure.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ada

Ada waktu waktu yang seharusnya kita lupakan Seperti membalik halaman novel kedua puluh menuju halaman dua puluh satu Atau bahkan langsung meloncat ke halaman empat ratus dua puluh enam, sedang halaman ke empat ratus dua puluh tujuh tempat frasa The End berada Ada senja senja yang mestinya terlewat begitu saja Meski hujan rintik, lampu taman meredup, bangku taman basah, anak-anak bermain bola dengan girang, Ada bunga bunga terlarang untuk kita simpan Yang kadang misteriusnya melebihi mawar, wanginya melebihi semerbak melati, teduhnya melebihi kamboja Ada Ada hal hal yang patutnya diacuhkan Tapi mantra apa yang perlu diucap? Jika saja mantra itu benar adanya ... Ada. Lafadznya 19 November 2015 ngga sengaja nemu puisi ini di laptop. puisi yang ditulis pada saat dirumah dan cuti kuliah.

Untukmu dek, yang mulai merasa lelah dan bosan

apa kabar adikku sayang? "sudah November Kak. Kabar kami semakin kacau. 3 minggu lagi TO Propinsi, kemaren ni siap ujian mid kak. Sekarang nilai yang diterima nilai-nilai asli aja lagi. masih banyak pelajaran yang belum ngerti Kak ........dst" (tersenyum, menatapmu lembut) kemudian engkau menghela napas pelan, "ibuk tu ngajarnya gak jelas Kak. Udah kelas 3 masih aja tetap suka ngantuk di kelas Kak. masih sering tidur dikelas. masih main kartu dikelas, masih nonton pas guru ndak masuk, masih jarang ke mesjid buat dhuha padahal kelas sudah semakin dekat jaraknya dengan mesjid. tapi masih lebih dekat ke nena sih Kak...." (masih menyimakmu berbicara) "masih suka telat lah beberapa kali Kak. Kadang curi-curi waktu buat cabut, soalnya pelajarannya membosankan. Adalah beberapa kali ngebuatkan surat izin teman. masih suka ngebaca novel atau komik pas lagi belajar. Sekarang malah lagi sering-seringnya cek TL twitter

Email, pagi ini.

Dear Mr. Manager Good morning Setelah menimbang dan berfikir berulang kali, saya minta maaf. I just feel so drained that i don't have energy to fill this paper. To stand by myself, for explained what i did. I feel like i lost myself at this point. I am sorry but on serious note, typing this email with teary eyes. ...