Langsung ke konten utama

Himalaya

Ini sebuah lagu yang sedang lengket banget di telinga Z beberapa waktu terakhir. Liriknya bagus, musiknya pun mengalun. Easy listening.

Himalaya- Maliq & D'essentials

coba khayalkan sejenak sepuluh tahun nanti hidupmu
coba bayangkan sejenak misalkan ada aku yang menemani
hari demi hari yang tak terhitung
misalkan itu aku yang terakhir untukmu

untuk itu kan ku persembahkan himalaya
bahkan akan aku taklukkan tanpa cahaya di kegelapan
berbalutkan pelita hatimu
di aku di aku dan kamu pasti kan kau melihat aku
saat ku gapai puncak tertinggi bersama tujuh warna pelangi

misalkan semua terjadi meski
belum terjadi sekarang
kita renungkan sejenak cara agar semua bisa terjadi
walau ku tak tahu tak semudah itu
tapi coba sekali lagi bayangkan aku

untuk itu kan ku persembahkan himalaya
bahkan akan aku taklukkan tanpa cahaya di kegelapan
berbalutkan pelita hatimu
di aku di aku dan kamu pasti kan kau melihat aku
saat ku gapai puncak tertinggi bersama tujuh warna pelangi

Jadi ada yang mau menaklukkan Himalaya? 😉

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Email, pagi ini.

Dear Mr. Manager Good morning Setelah menimbang dan berfikir berulang kali, saya minta maaf. I just feel so drained that i don't have energy to fill this paper. To stand by myself, for explained what i did. I feel like i lost myself at this point. I am sorry but on serious note, typing this email with teary eyes. ...

Birthday Blues

Untuk diri yang mencintai kata-kata, hidup diantara yang tidak mampu membaca adalah sebuah kesialan yang menjadi candu. Kamu tau itu menyesakkan, tapi kamu selalu suka menantang diri sendiri sambil bilang, 'i can handle this'. Mengutip sebuah judul lagu minang yang gak sengaja mengalun saat menuliskan ini, "Kadang antahlah tapi baalah" Sekali waktu ada momen lelah banget. Banyak kalimat-kalimat sudah dituliskan tapi kemudian urung diungkapkan. Belum dirilis saja, sudah terbayang reaksi dari orang-orang yang tak mampu membaca. 'Jangan curhat di sosmed, gak baik' 'Jangan cengeng, mengeluh tidak membuat semua jadi selesai' 'Apasih lebay banget. Gitu aja sedih' 'Banyak yang lebih susah dari itu' Lalu akhirnya kalimat-kalimat jadi terpangkas. Kata-kata mulai banyak yang hilang. Lalu lagu Minang lainnya yang tengah mengalun di akhir tulisan ini, 'Mandi ka lubuak mandalian Udang disangko tali tali Mabuak untuang jo parasaian Patang disangk...

ala Chef

Hi! Akhirnya update blog lagi. Btw, hari ini masak. Yah biasa sih, kalau dirumah emang harus masak sendiri, karena Mama kerja, pulangnya baru sore, jadi kalau mau makan sesuatu yang masih anget ya masak sendiri. Nanti z ceritain masak apa hari ini. jari luka Tadi waktu masak ada drama! darah di cangkang telor Jadi tadi mau motong jeruk nipis, karena masaknya di toko dan gak ada talenan (alas buat motong) jadi sok-sok an motong sambil megang jeruk nipisnya, terus yah alih-alih motong jeruk nipis malah motong jari telunjuk ^^ Langsung berdarah. Sebenernya luka nya gak begitu dalam, tapi Z  biasanya kalau luka, darahnya susah berhenti. Padahal papa udah bilang, motongnya di meja aja, dialas pakai plastik. Nanti luka jarinya. Dan kejadian. Karena malu, meskipun perih langsung ditutup pakai tissue. Masih sok-sok an gamau bilang, udah ngabisin dua tissue penuh darah segar dan darahnya sampai tumpah ke cangkang telor, terus dialirin air yang banyak banget, tetep aja darah...