Langsung ke konten utama

Random chat ep. Rindu Arin



Sesungguhnya become needy affection people kepada seseorang yang lack ability to showing of their affection itu bahagianya seru.

Ain itu tipikal anak yang sulit sekali menunjukkan afeksinya ke orang terdekat. Padahal mah sayang, sayang banget malah. Z menulis banyak banget momen tentang manis nya sikap Arin yang munculnya hanya diwaktu tertentu dan tidak bisa diprediksi. Hal sederhana seperti tiba-tiba nyodorin tolakangin abis kita hujan-hujanan di pantai, terus sadar z gabisa minum tolakangin seperti minum madu sachet, jadilah dia inisiatif ngebukain tutup botol minum, biar z abis minum tolakangin langsung minum air putihnya, biar gak muntah. Atau selalu siap sedia hijab lebih waktu kita kekurangan hijab semasa liburan bareng. Dia juga selalu mempersiapkan banyak hal duluan, waktu z cek di rumah sakit, dia sudah siap sedia, datang kerumah sakit dengan berbagai printilan, katanya, "jaga-jaga kalau kamu harus opname." Alhamdulillahnya waktu itu cuma masuk UGD, ngga sampai opname.

Arin gak pernah ngomong terang-terangan kalau dia kangen atau sedang butuh dikuatkan. Asangki atau Debo masih akan tiba-tiba ngechat bilang, "gue kangen." walaupun dengan ekspresi datar. Kalau z dan Eta mah jangan ditanya, kita berdua adalah yang akan selalu merengek bilang "kangen... mau ketemu.. mau curhat...mau ini..mau itu...dst" Makanya, bermanja dan syukur-syukur ditanggepin dengan manis sama Arin tuh rasanya ngebikin bahagia banget.

Semacam sebuah ritual membasuh wajah pas lagi capek-capeknya dengan air yang sejuk. Nah gitu, bermanja ke seseorang yang sulit menunjukkan rasa sayangnya. Bahkan hingga saat ini, salah satu hal yang paling membuat z sedih waktu z sakit dulu adalah, membuat Arin menangis. Z inget banget gimana z gamau pisah dari Arin, z gamau tidur kalau gak ditungguin Arin, z nangis sampai peluk Arin sampai gak sadar berulangkali dan tiap kali sadar yang dicari pertama saat itu adalah Arin. Z bahkan masih bisa mengingat dengan jelas bagaimana Arin yang semula diam-diam menyusut tangisnya sampai akhirnya dia gak kuasa nahan nangis terang-terangan di depan kita semua. Z ngomong gini, "Arin jangan nangis, nanti z sedih." lalu dia jawab, "iya gak nangis, kamu sekarang tidur ya."

Mengingat masa tersulit waktu z sakit saat itu, luar biasa sekali. Seolah dalam waktu yang singkat Allah tunjukkan mana yang teman sebenarnya mana yang hanya berlabel teman. Alhamdulillahnya, sejauh ini, sampai hari ini, Arin adalah salah satu orang yang beneran teman. Btw, kita mau nonton Mocca awal Desember!! InsyaAllah..

Postingan populer dari blog ini

Ada

Ada waktu waktu yang seharusnya kita lupakan Seperti membalik halaman novel kedua puluh menuju halaman dua puluh satu Atau bahkan langsung meloncat ke halaman empat ratus dua puluh enam, sedang halaman ke empat ratus dua puluh tujuh tempat frasa The End berada Ada senja senja yang mestinya terlewat begitu saja Meski hujan rintik, lampu taman meredup, bangku taman basah, anak-anak bermain bola dengan girang, Ada bunga bunga terlarang untuk kita simpan Yang kadang misteriusnya melebihi mawar, wanginya melebihi semerbak melati, teduhnya melebihi kamboja Ada Ada hal hal yang patutnya diacuhkan Tapi mantra apa yang perlu diucap? Jika saja mantra itu benar adanya ... Ada. Lafadznya 19 November 2015 ngga sengaja nemu puisi ini di laptop. puisi yang ditulis pada saat dirumah dan cuti kuliah.

Email, pagi ini.

Dear Mr. Manager Good morning Setelah menimbang dan berfikir berulang kali, saya minta maaf. I just feel so drained that i don't have energy to fill this paper. To stand by myself, for explained what i did. I feel like i lost myself at this point. I am sorry but on serious note, typing this email with teary eyes. ...

ala Chef

Hi! Akhirnya update blog lagi. Btw, hari ini masak. Yah biasa sih, kalau dirumah emang harus masak sendiri, karena Mama kerja, pulangnya baru sore, jadi kalau mau makan sesuatu yang masih anget ya masak sendiri. Nanti z ceritain masak apa hari ini. jari luka Tadi waktu masak ada drama! darah di cangkang telor Jadi tadi mau motong jeruk nipis, karena masaknya di toko dan gak ada talenan (alas buat motong) jadi sok-sok an motong sambil megang jeruk nipisnya, terus yah alih-alih motong jeruk nipis malah motong jari telunjuk ^^ Langsung berdarah. Sebenernya luka nya gak begitu dalam, tapi Z  biasanya kalau luka, darahnya susah berhenti. Padahal papa udah bilang, motongnya di meja aja, dialas pakai plastik. Nanti luka jarinya. Dan kejadian. Karena malu, meskipun perih langsung ditutup pakai tissue. Masih sok-sok an gamau bilang, udah ngabisin dua tissue penuh darah segar dan darahnya sampai tumpah ke cangkang telor, terus dialirin air yang banyak banget, tetep aja darah...