Adakalanya satu-dua perempuan dengan gemas nya mendoakan kamu untuk segera menikah. Bukan hanya karena mengasihimu, namun lebih kepada karena kepastian statusmu merupakan penawar terakhir bagi hati nya yang terbirit-birit saat kau hadir di jarak pandangnya. Tadinya ingin mendoakanmu untuk dirinya sendiri, lalu sadar kamu telah berpunya pada hati yang lain, maka mendoakanmu menjadi halal untuk yang lain, menjadi tawar baginya untuk segera menuntaskan perkara rumit yang tercipta, sebagian besar karena kesimpulannya sendiri. Ah, terlalu banyak karena. Karena perempuan.
apa kabar adikku sayang? "sudah November Kak. Kabar kami semakin kacau. 3 minggu lagi TO Propinsi, kemaren ni siap ujian mid kak. Sekarang nilai yang diterima nilai-nilai asli aja lagi. masih banyak pelajaran yang belum ngerti Kak ........dst" (tersenyum, menatapmu lembut) kemudian engkau menghela napas pelan, "ibuk tu ngajarnya gak jelas Kak. Udah kelas 3 masih aja tetap suka ngantuk di kelas Kak. masih sering tidur dikelas. masih main kartu dikelas, masih nonton pas guru ndak masuk, masih jarang ke mesjid buat dhuha padahal kelas sudah semakin dekat jaraknya dengan mesjid. tapi masih lebih dekat ke nena sih Kak...." (masih menyimakmu berbicara) "masih suka telat lah beberapa kali Kak. Kadang curi-curi waktu buat cabut, soalnya pelajarannya membosankan. Adalah beberapa kali ngebuatkan surat izin teman. masih suka ngebaca novel atau komik pas lagi belajar. Sekarang malah lagi sering-seringnya cek TL twitter