Langsung ke konten utama

cheessy bites: Mas (part: 2)


Mau nulis yang agak cheesy, maafkan 😅
dan harap maklum ya. 

Jadi ceritanya hari ini mood swingnya zia berulah lagi (iya salahin aja mood swing nya teroosss 😅). Sesore tadi bete garagara laper (tuhkan!) terus pulangnya telat. Yang bikin sebel adalah pulang dari kantor nya biasa aja, ga gitu telat, udah nyampe komplek perumahan juga dari jam 5an eh tapi mampir-mampir jajan dulu mas mba nya. Sebenernya biasa ajasih, toh tiap hari juga gitu. Malah kadang z ikutan jajan juga, ehtapiii karena mungkin tadi sore kelaperan tapi gamau jajan, mau nya masak dikosan, dan kebetulan banget sore ini mas mba jajan nya superr lama, akhirnya jadi bete. Lalu randomtalk sama mas nya, ngadu dengan intinya, "kenapa yaa kok ternyata z semenyebalkan itu? Makin kesini kok ya makin keliatan sifat nyebelin nya.."

Terus curhatannya diikuti dengan sederet sifat jeleknya z yang z sadari dengan persis kalau sifat itu menyebalkan. Terus ditutup dengan kalimat sedih karena khawatir orang-orang disekitar z, orang-orang di lingkungan baru z tidak cukup sabar memahami z yang butuh waktu lebih untuk bisa benar-benar cocok dengan mereka dan lingkungannya. Apa yaaa, intinya z mengungkapkan kalau sebenarnya z tidak se-friendly itu. Mungkin z terlihat mudah mix dengan orang-orang baru atau mudah adaptasi di lingkungan yang baru, tapi aslinya di dalam z penuh dengan kehati-hatian yang kadang cenderung berlebihan. Z mungkin punya banyak kenalan atau cukup banyak dikenal tapi z gak punya cukup banyak 'teman'. Karena buat z, gak semua orang bisa dijadikan teman. Gak semua orang bisa punya hubungan emosional dengan z. Kalau ditanya siapa temannya, wahh mudah banget. Ga sampai habis jarinya dipakai buat ngeabsenin temen-temen z. Bahkan meskipun sering metemu, sering jalan bareng, sering hahahihi bareng, buat z belum tentu mereka adalah teman. Karena ya sesulit itu bagi z untuk membuka diri secara mendalam kepada oranglain. Kalau diibaratlan bawang bombay, z terdiri dari banyak lapisan. Dan setiap lapisnya, semakin dalam, semakin mengecil, semakin sempit lingkupnya. Semakin banyak rahasia dan sifat pribadi yang tidak tampak pada waktu dikulit luarnya. 

Nah setelah 'menelanjangi' diri z dengan berbagai sifat menjengkelkan itu yang tengah mencuat beberapa waktu terakhir, Mas nya hanya menanggapi sesederhana itu:
"aku happy kok dengan kamu yang begini"
Rasanya kaya lagi kepanasan buanget terus dikasih air minum buat ngelepasin haus. Walaupun yang panas cuacanya dan aslinya males banget minum karena haus nya masih yang biasa aja, tapi ketika z memilih untuk minum, rasanya cukup menyegarkan kembali tenggorokannya yang kering.  Walaupun belum dalam kondisi kritis harus minum, tapi menganut prinsip, "sedia payung sebelum hujan, teguk air sebelum dehidrasi" rasanya cukup melegakan sejenak. Paling ngga dengan minum seteguk sekarang, ngasih energi lebih panjang untuk lanjut panas-panasan lagi. Hingga sore menjelang, atau hujan turun meredakan cuaca. 

Namanya juga proses ikhtiar. Butuh waktu untuk menyelaraskan satu sama lain. Mengutip caption meme yang lagi rame di medsos, if you cant handle me at my worst, so you dont deserve me at my best. Gitu gasih? Gatau ah. Udah tulisan cheessy nya diselesaikan sampai disini. Goodnight (jarang-jarang ngucapin gutnite gini)  ðŸ’ž

Udah bilang mau udahan sih, tapi kok ya sayang kalau ga share tulisan ini ya... Nih dibaca aja dilink ini: I'm not a simple girl, but I'm okay with it http://tcat.tc/2qWfmum

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Email, pagi ini.

Dear Mr. Manager Good morning Setelah menimbang dan berfikir berulang kali, saya minta maaf. I just feel so drained that i don't have energy to fill this paper. To stand by myself, for explained what i did. I feel like i lost myself at this point. I am sorry but on serious note, typing this email with teary eyes. ...

Birthday Blues

Untuk diri yang mencintai kata-kata, hidup diantara yang tidak mampu membaca adalah sebuah kesialan yang menjadi candu. Kamu tau itu menyesakkan, tapi kamu selalu suka menantang diri sendiri sambil bilang, 'i can handle this'. Mengutip sebuah judul lagu minang yang gak sengaja mengalun saat menuliskan ini, "Kadang antahlah tapi baalah" Sekali waktu ada momen lelah banget. Banyak kalimat-kalimat sudah dituliskan tapi kemudian urung diungkapkan. Belum dirilis saja, sudah terbayang reaksi dari orang-orang yang tak mampu membaca. 'Jangan curhat di sosmed, gak baik' 'Jangan cengeng, mengeluh tidak membuat semua jadi selesai' 'Apasih lebay banget. Gitu aja sedih' 'Banyak yang lebih susah dari itu' Lalu akhirnya kalimat-kalimat jadi terpangkas. Kata-kata mulai banyak yang hilang. Lalu lagu Minang lainnya yang tengah mengalun di akhir tulisan ini, 'Mandi ka lubuak mandalian Udang disangko tali tali Mabuak untuang jo parasaian Patang disangk...

ala Chef

Hi! Akhirnya update blog lagi. Btw, hari ini masak. Yah biasa sih, kalau dirumah emang harus masak sendiri, karena Mama kerja, pulangnya baru sore, jadi kalau mau makan sesuatu yang masih anget ya masak sendiri. Nanti z ceritain masak apa hari ini. jari luka Tadi waktu masak ada drama! darah di cangkang telor Jadi tadi mau motong jeruk nipis, karena masaknya di toko dan gak ada talenan (alas buat motong) jadi sok-sok an motong sambil megang jeruk nipisnya, terus yah alih-alih motong jeruk nipis malah motong jari telunjuk ^^ Langsung berdarah. Sebenernya luka nya gak begitu dalam, tapi Z  biasanya kalau luka, darahnya susah berhenti. Padahal papa udah bilang, motongnya di meja aja, dialas pakai plastik. Nanti luka jarinya. Dan kejadian. Karena malu, meskipun perih langsung ditutup pakai tissue. Masih sok-sok an gamau bilang, udah ngabisin dua tissue penuh darah segar dan darahnya sampai tumpah ke cangkang telor, terus dialirin air yang banyak banget, tetep aja darah...