Langsung ke konten utama

Terbaper (1)


Ceritanya lagi no loading banget, lalu bosen dan akhirnya ngegangguin si anak SMA ku ini. Curhat no loading beberapa hari ini tapi kayanya gak beberapa lama setelah mama Shincan pulang dari Thai bakalan nambah kerjaannya. Lalu dia bilang, "minta dibawain makanan aja, jangan kerjaan" dan berlanjutlah pemujiannya ke om-nya itu ketika ku ngebecandain, "boleh ga minta dibawainnya jodoh?". Dia manggil mas dengan sebutan om. 

Rani: fans mas nomor satu. 
Anak kecil yang paling disayang mas, karena emang dia nya manja dan apa-apa ya ngadu. Kalau lagi bosen ya ngegangguin mas. Dan mas dengan senang hati ngasih nasehat ke dia, beberapa kali juga curhatan Rani dijadiin dongeng pengantar tidur, alias Rani cerita, mas dengan selow nya tidur. 

Btw, sebentar lagi pindahan ke Subang! Rani excited banget waktu ku minta dia buat ga pulang akhir mei karena ku mau pindahan dari tangerang. She said, "akhirnya setelah penantian panjang 😄"

Ku jawab, "iya, akhirnya ga ldr-an lagi sama kamu"

Lalu dengan sekenanya dia bilang, "dih alibi nya mah ke aku terus, padahal bukan 😂"

Hahhahaha, duh anak SMA ku udah makin gede. Ngerti banget sih, udah peka. Uni nya lelah dengan ldr-an yang ketemu nya sekali sebulan ini. Tapi bentar lagi udahan. Ya kalau masih berjodoh dengan kerjaannya, berarti akhir Juli udah ganti seragam. Dan akan stay di Subang dalam waktu yang belum bisa ditentukan sampai kapan.


25/04
Tulisan dibawah ini dibuat per tanggal 25 april. Kalau yang diatasnya udah ngendap dari beberapa hari yang lalu.

Terbenar
Vidi Aldiano



Mungkinkah kau benar untukku
Tak tau apakah ku cinta
Atau ku hanya senang karena kau ada
Yang kutakutkan dara ini bukan asmara
Mungkin kaukah benar untukku


Kemarin ngga sengaja waktu lagi sibuk ngeliat video klip nya Tulus, lagu ini muncul sebagai salah satu saran buat di dengarkan. Lalu iseng dengerin dan membaca liriknya satu-satu. Terus semalem mood nya mendadak sedih gitu (duh labil dan galau banget emang anaknya, jangan dihujat 😢). Kemarin ngerasa yang hati nya mencelos gitu, kaya yang mau marah tapi ya ngga marah, sedih tapi ya nanggung sedihnya. Kalau sebelumnya sempat nulis dengan penuh emosi dan rasa jealous yang meletup letup pada fenomena status fakir afeksi dan attention seeker gitu, kali ini masih melanjutkan hal itu, tapi udah gabisa meletup emosinya. Udah ditahap yang mencelos banget. Kaya suasana di gua waktu masuk makin kedalam setelah dari cahaya matahari diluar. Rasanya dingin dan kosong dan sedih dan hampa. Duh gitu lah. Kalau kata Tulus, 

Ayo tulis di buku harian mu, Kelak jelaskan bila engkau punya waktu

Nah maka ku tuliskan. Karena rasanya terlalu mengusik dan menggantung. Sedang yang bisa diajak untuk mendengarkan dan menguraikan simpul berantakan ini tidak ada. Jadi ya sudah, mari dituliskan, mari ku uraikan yang mebebani hati. 

Padahal saking senang dan ga sabarannya, sampai kemarin masih yang luar biasa excited nungguin weekend, bangun pagi-pagi lalu ngantor tanpa kerjaan atau dengan kerjaan yang tiba-tiba ada sekaligus banyak tuh rasanya bahagia-bahagia aja dan selalu mensyukuri tiap kali pulang ngantor nyampe kamar, "wahh akhirnya hari ini selesai, thanks for today ya zia" bilang gitu ke diri sendiri. Lalu hanya karena sekalimat obrolan langsung mencelos semua nya, sedih. 

Apa ku se dingin itu? 
Ya iyasih ku bukan yang akan mengakui dengan suka rela kalau ku cemas atau khawatir atau pengakuan lainnya, karena ketidakmampuanku untuk mengutarakannya dengan langsung. 
Tapi bukan berarti ku tidak menunjukkan nya. 
Kalau kata Sherina, 

Lihatlah lebih dekatdan kau bisa menilai lebih bijaksana

Ku juga paham kok, sekalimat itu mah maksudnya becanda, selingan doang. Tapi kok ya selingannya berasa ya? Ku baperan ya? Apa ku baper? Aku sih berharapnya emang hanya sekedar aku nya yang baperan, bukan karena sekalimat itu adalah kenyatannya. Duh rasanya tidur malem dengan kepikiran sekalimat itu tuh, sampai yang males peluk Melo. Tapi sedih kalau tidurnya ga sama Melo. Tapi "ngap" gitu. Hahhaha bingung menjelaskannya gimana. Berasa kaya abis disindir, lalu ketika ditanyain maksud sindirannya untuk memastikan apakah maksud yang ku terima sama dengan yang penyindir maksud, lalu si penyindirnya ngerasa ga enak karena ngeliat aku baper akhirnya mengelak dan bilang, "ngga bukan gitu maksudnya" lalu ngeles dengan memberikan maksud sindiran lain yang agak lebih manis. Justru elakan nya itu semakin memperjelas kalau memang yang ku tangkap adalah benar. Nah gitu rasanya. 

Ku butuh bighug yang bisa menenggelamkan semua kebaperanku. Tapi ku berusaha menghindari drama. Ku ingin ngeskip weekend aja rasanya. Ku ingin ngeskip sampai akhirnya Juni dan ku pulang lalu mengumpulkan stok pelukan mama. Rasanya kalau weekend ini ngga ke skip, ku akan nangis bombay dan terjadilah drama. Lalu ujungnya ku malu sendiri. Hufff kuyakin, separuh dari rasa ga enak hati nya karena lagi pms juga. Makanya ku berusaha untuk tidak membahas ini, bersikap biasa saja, tapi sulit dan jadinya malah aneh. Malah makin keliatan kalau ku ga biasa aja nanggepin nya. 

Coba sehari sajaKau jadi dirikuKau akan mengerti bagaimanaku melihatmumengagumi mumenyayangi muDari sudut pandangku. 

Postingan populer dari blog ini

Ada

Ada waktu waktu yang seharusnya kita lupakan Seperti membalik halaman novel kedua puluh menuju halaman dua puluh satu Atau bahkan langsung meloncat ke halaman empat ratus dua puluh enam, sedang halaman ke empat ratus dua puluh tujuh tempat frasa The End berada Ada senja senja yang mestinya terlewat begitu saja Meski hujan rintik, lampu taman meredup, bangku taman basah, anak-anak bermain bola dengan girang, Ada bunga bunga terlarang untuk kita simpan Yang kadang misteriusnya melebihi mawar, wanginya melebihi semerbak melati, teduhnya melebihi kamboja Ada Ada hal hal yang patutnya diacuhkan Tapi mantra apa yang perlu diucap? Jika saja mantra itu benar adanya ... Ada. Lafadznya 19 November 2015 ngga sengaja nemu puisi ini di laptop. puisi yang ditulis pada saat dirumah dan cuti kuliah.

Email, pagi ini.

Dear Mr. Manager Good morning Setelah menimbang dan berfikir berulang kali, saya minta maaf. I just feel so drained that i don't have energy to fill this paper. To stand by myself, for explained what i did. I feel like i lost myself at this point. I am sorry but on serious note, typing this email with teary eyes. ...

ala Chef

Hi! Akhirnya update blog lagi. Btw, hari ini masak. Yah biasa sih, kalau dirumah emang harus masak sendiri, karena Mama kerja, pulangnya baru sore, jadi kalau mau makan sesuatu yang masih anget ya masak sendiri. Nanti z ceritain masak apa hari ini. jari luka Tadi waktu masak ada drama! darah di cangkang telor Jadi tadi mau motong jeruk nipis, karena masaknya di toko dan gak ada talenan (alas buat motong) jadi sok-sok an motong sambil megang jeruk nipisnya, terus yah alih-alih motong jeruk nipis malah motong jari telunjuk ^^ Langsung berdarah. Sebenernya luka nya gak begitu dalam, tapi Z  biasanya kalau luka, darahnya susah berhenti. Padahal papa udah bilang, motongnya di meja aja, dialas pakai plastik. Nanti luka jarinya. Dan kejadian. Karena malu, meskipun perih langsung ditutup pakai tissue. Masih sok-sok an gamau bilang, udah ngabisin dua tissue penuh darah segar dan darahnya sampai tumpah ke cangkang telor, terus dialirin air yang banyak banget, tetep aja darah...