Langsung ke konten utama

fakir afeksi

Kuingin memulai tulisan kali ini dengan hawa agak panas dan sebel, maafkan 😔

Yaaa ku paham sih kadang sesekali kita menikmati diperhatikan oleh orang lain disekitar kita. Lalu karena ingin diperlakukan dengan agak manis sesekali kita memancing orang lain untuk tau keadaan kita dengan harapan mereka bisa memberikan afeksi yang tengah kita butuhkan. Tapi keadaan jadi agak malesin kalau kamu di posisi yang you have someone or some peops who can give you affection that you needddddd.......

Kamu punya mamak/ibuk/bunda/ummi
kamu punya abah/bapak/ayah/papa
kamu punya kakak/mba/teteh/mas/abang/adik
terlebih kalau kamu punya +1 tunangan/istri/suamik/your spouse
why oh why dude masih pamer ke khalayak ramai kalau kamu bete, kesal sama dunia, lagi meriang dikit...
sadar ngga yang ngebikin gedheg nya dimana? di bagian kamu tuh udah ngadu-ngadu, terus udah diperhatiin, tapi tetap masih nyari perhatian lagi dengan pamer ke seisi dunia gimana kondisi kamu sekarang.
kamu teh sebenernya lagi pengen diperhatiin siapa sih?
lebih nyebelin lagi kalau ternyata kamu malah ga ngabarin orang-orang yang harusnya kamu kabarin dan lebih berhak tau tentang keadaan kamu, tapi kamu malah wara-wiri nunjukin ke dunia kalau kamu butuh diperhatikan.
duh sayang, jangan ngebikin orang terdekat kamu seolah ga peduli gitu dong.

dah ah.
-dari yang sedang gedheg buka twitter, line, wa, instagram, sampai facebook isinya status fakir afeksi
-aku pun masih berproses untuk tidak seperti itu lagi
-im here and i do feel jealous when you seek attention to a bunch of manusia-manusia 'maya' out there

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Untukmu dek, yang mulai merasa lelah dan bosan

apa kabar adikku sayang? "sudah November Kak. Kabar kami semakin kacau. 3 minggu lagi TO Propinsi, kemaren ni siap ujian mid kak. Sekarang nilai yang diterima nilai-nilai asli aja lagi. masih banyak pelajaran yang belum ngerti Kak ........dst" (tersenyum, menatapmu lembut) kemudian engkau menghela napas pelan, "ibuk tu ngajarnya gak jelas Kak. Udah kelas 3 masih aja tetap suka ngantuk di kelas Kak. masih sering tidur dikelas. masih main kartu dikelas, masih nonton pas guru ndak masuk, masih jarang ke mesjid buat dhuha padahal kelas sudah semakin dekat jaraknya dengan mesjid. tapi masih lebih dekat ke nena sih Kak...." (masih menyimakmu berbicara) "masih suka telat lah beberapa kali Kak. Kadang curi-curi waktu buat cabut, soalnya pelajarannya membosankan. Adalah beberapa kali ngebuatkan surat izin teman. masih suka ngebaca novel atau komik pas lagi belajar. Sekarang malah lagi sering-seringnya cek TL twitter

Ada

Ada waktu waktu yang seharusnya kita lupakan Seperti membalik halaman novel kedua puluh menuju halaman dua puluh satu Atau bahkan langsung meloncat ke halaman empat ratus dua puluh enam, sedang halaman ke empat ratus dua puluh tujuh tempat frasa The End berada Ada senja senja yang mestinya terlewat begitu saja Meski hujan rintik, lampu taman meredup, bangku taman basah, anak-anak bermain bola dengan girang, Ada bunga bunga terlarang untuk kita simpan Yang kadang misteriusnya melebihi mawar, wanginya melebihi semerbak melati, teduhnya melebihi kamboja Ada Ada hal hal yang patutnya diacuhkan Tapi mantra apa yang perlu diucap? Jika saja mantra itu benar adanya ... Ada. Lafadznya 19 November 2015 ngga sengaja nemu puisi ini di laptop. puisi yang ditulis pada saat dirumah dan cuti kuliah.

kepada Sang Malam

malam ini waktu akan berjalan terus. menjadi pagi kemudian malam dan pagi lagi. begitu seterusnya hingga entah pada kali yang ke berapa pergantian itu akan terhenti dan tak berulang atau berlanjut. malam ini, masih sama seperti malam malam sebelumnya ketika waktu menjadi semakin singkat dan kita dipaksa untuk menikmati saat saat menyesakkan di sisa waktu kebersamaan malam ini, tetap malam yang sama, rembulan tak bercahaya, langit berawan atau bintang yang disembunyikan kabut malam : tetap sepi. senyap. malam ini, tak jauh berbeda-atau bahkan tak ada beda- dengan malam malam sebelumnya. malam ketika kita harus menyerah pada waktu dan angkat tangan terhadap keputusan. janji janji yang dijanjikan. malam ini, Kawan meski tak pernah menutup kemungkinan malam esok akan menjadi Lawan. malam ini, malam sebelumnya, malam malam berikutnya. malam dibawah atap langit, yang jika beruntung akan dibanjiri cahaya rembulan atau deras hujan malam ini hanya malam ini saja yang ditemani bulir...