Langsung ke konten utama

momen

masih diselimuti berkas gerimis, malam menjelang 23.00, warung makan :

X : mas, minta teh tawar nya ya, empat.
(tidak lama setelah itu tersaji teh taar empat gelas, masih mengepul uap panas nya ke udara. malam yang dingin membekukan uap nya sejenak)
X, Y, W meneguk perlahan teh tawar penghangat di dingin yang memagut. aku pelan hanya melingkarkan jemari dibalik gelasnya. meresapkan hangat uap kedalam kulit lewat sela-sela jemari. sesekali mendekatkan gelas pada bibir, meniup-niup pelan agar berkurang panas nya, boleh segera membasahi kerongkongan setelah makan sepotong ayam saus mentega. namun, urung berkali-kali pula.
Y: panas ya? nih Z,
(mengangsurkan tumbler berisi separuh air putih)
Z: ah ya,
(menuangkan air putih, seperlima atas teh tawar panas. lantas perlahan meminumnya)
X: ini enak tau Z, gak panas kok. anget
Z : (diam. menanggapinya dengan menuangkan seperempat air putih dari tumbler pada teh tawar. kini sempurna, minuman ini sudah bisa lancar ditelan. membasuh kerongkongan)
Z : (tersenyum) ini, makasih. 

#inisiatif

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ada

Ada waktu waktu yang seharusnya kita lupakan Seperti membalik halaman novel kedua puluh menuju halaman dua puluh satu Atau bahkan langsung meloncat ke halaman empat ratus dua puluh enam, sedang halaman ke empat ratus dua puluh tujuh tempat frasa The End berada Ada senja senja yang mestinya terlewat begitu saja Meski hujan rintik, lampu taman meredup, bangku taman basah, anak-anak bermain bola dengan girang, Ada bunga bunga terlarang untuk kita simpan Yang kadang misteriusnya melebihi mawar, wanginya melebihi semerbak melati, teduhnya melebihi kamboja Ada Ada hal hal yang patutnya diacuhkan Tapi mantra apa yang perlu diucap? Jika saja mantra itu benar adanya ... Ada. Lafadznya 19 November 2015 ngga sengaja nemu puisi ini di laptop. puisi yang ditulis pada saat dirumah dan cuti kuliah.

Untukmu dek, yang mulai merasa lelah dan bosan

apa kabar adikku sayang? "sudah November Kak. Kabar kami semakin kacau. 3 minggu lagi TO Propinsi, kemaren ni siap ujian mid kak. Sekarang nilai yang diterima nilai-nilai asli aja lagi. masih banyak pelajaran yang belum ngerti Kak ........dst" (tersenyum, menatapmu lembut) kemudian engkau menghela napas pelan, "ibuk tu ngajarnya gak jelas Kak. Udah kelas 3 masih aja tetap suka ngantuk di kelas Kak. masih sering tidur dikelas. masih main kartu dikelas, masih nonton pas guru ndak masuk, masih jarang ke mesjid buat dhuha padahal kelas sudah semakin dekat jaraknya dengan mesjid. tapi masih lebih dekat ke nena sih Kak...." (masih menyimakmu berbicara) "masih suka telat lah beberapa kali Kak. Kadang curi-curi waktu buat cabut, soalnya pelajarannya membosankan. Adalah beberapa kali ngebuatkan surat izin teman. masih suka ngebaca novel atau komik pas lagi belajar. Sekarang malah lagi sering-seringnya cek TL twitter

Email, pagi ini.

Dear Mr. Manager Good morning Setelah menimbang dan berfikir berulang kali, saya minta maaf. I just feel so drained that i don't have energy to fill this paper. To stand by myself, for explained what i did. I feel like i lost myself at this point. I am sorry but on serious note, typing this email with teary eyes. ...