Langsung ke konten utama

penyangga hidup

Aku sempat memintanya beberapa kali untuk berhenti menatapku dengan tatapan itu. Apa dia bergeming? Sekali dua tidak, entah kini bisa jadi berbeda halnya. Aku --sejujurnya-- kerap kali berharap dia menatap kembali seperti biasa. Tapi ada sejuta tapi yang membuat harapan itu pupus.
***

Selamat ulangtahun Papa.
ada banyak kisah yang ingin z uraikan disetiap malam kita berpisah jarak.
malam ini z lelah Pa, terlalu lelah hanya untuk bercerita seperti biasa.
terlalu lelah untuk sekedar beranjak mengeringkan rambut, dan seringkali memilih duduk manis dihadapan kipas angin.
selamat ulangtahun Pa,
z selalu merekam dengan baik detik-detik diam dan berjauhan sebagai bahasa
ditiap tujuh malam yang kita lewati bersama
jarang sekali menunggui purnama tepat empat pekan
meski begitu z paham
pelukan kita adalah ungkapan kalimat hati-hati 
bertukar suara yang tidak lebih dari sepuluh menit merupakan kecup
lantas diam-diam mengusik Mama menanya kabar
sebagai jalinan tali temali cinta
kita dan waktu
beserta jarak dan senyum sepi didalamnya
mengakar menjadi air dan udara untuk hati yang menderu.
selamat berselamat penyangga hidupku.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ada

Ada waktu waktu yang seharusnya kita lupakan Seperti membalik halaman novel kedua puluh menuju halaman dua puluh satu Atau bahkan langsung meloncat ke halaman empat ratus dua puluh enam, sedang halaman ke empat ratus dua puluh tujuh tempat frasa The End berada Ada senja senja yang mestinya terlewat begitu saja Meski hujan rintik, lampu taman meredup, bangku taman basah, anak-anak bermain bola dengan girang, Ada bunga bunga terlarang untuk kita simpan Yang kadang misteriusnya melebihi mawar, wanginya melebihi semerbak melati, teduhnya melebihi kamboja Ada Ada hal hal yang patutnya diacuhkan Tapi mantra apa yang perlu diucap? Jika saja mantra itu benar adanya ... Ada. Lafadznya 19 November 2015 ngga sengaja nemu puisi ini di laptop. puisi yang ditulis pada saat dirumah dan cuti kuliah.

Untukmu dek, yang mulai merasa lelah dan bosan

apa kabar adikku sayang? "sudah November Kak. Kabar kami semakin kacau. 3 minggu lagi TO Propinsi, kemaren ni siap ujian mid kak. Sekarang nilai yang diterima nilai-nilai asli aja lagi. masih banyak pelajaran yang belum ngerti Kak ........dst" (tersenyum, menatapmu lembut) kemudian engkau menghela napas pelan, "ibuk tu ngajarnya gak jelas Kak. Udah kelas 3 masih aja tetap suka ngantuk di kelas Kak. masih sering tidur dikelas. masih main kartu dikelas, masih nonton pas guru ndak masuk, masih jarang ke mesjid buat dhuha padahal kelas sudah semakin dekat jaraknya dengan mesjid. tapi masih lebih dekat ke nena sih Kak...." (masih menyimakmu berbicara) "masih suka telat lah beberapa kali Kak. Kadang curi-curi waktu buat cabut, soalnya pelajarannya membosankan. Adalah beberapa kali ngebuatkan surat izin teman. masih suka ngebaca novel atau komik pas lagi belajar. Sekarang malah lagi sering-seringnya cek TL twitter

Email, pagi ini.

Dear Mr. Manager Good morning Setelah menimbang dan berfikir berulang kali, saya minta maaf. I just feel so drained that i don't have energy to fill this paper. To stand by myself, for explained what i did. I feel like i lost myself at this point. I am sorry but on serious note, typing this email with teary eyes. ...