Langsung ke konten utama

--side story-- 19th

pertama Alhamdulillah masih dan telah diberi umur serta waktu hingga 19tahun ini. Lebih kurang 6.935 hari (dengan asumsi 1tahun 365hari--mengesampingkan tahun kabisat--) telah terlewati dengan anggun. Meski tidak sekali dua jatuh, tersandung, berdarah, disanjung dst. Semoga waktu yang dijalani berkah dan waktu kedepannya lebih berkah lagi. aamiin

kedua Ulangtahun kali ini diisi dengan hal-hal mengejutkan yang berhasil ngebuat nangis. Cengeng banget hari ini :'(
Semua bermula dari tes FATA. poin penting yang harus ditekankan adalah Z memilih untuk ikut tes ini. Tes nya membuat Z kacau, sangat. Dari masalah administrasi yang belum kelar, tes tulis yang berantakan dan gak tau aturan nilai minus, sampai tadi barusan banget tes ngajar dikelas pertama, Senin jam 07.00 dengan materi dan pengetahuan yang astaghfirullah kacau. Dan tes nya masih ada 4 rangkaian lagi.
Z belum pernah menangis karena sedih dihari ulangtahun. dihari Z. Dan selamat, tes FATA membuat z punya kesempatan merasakan apa yang belum pernah z rasakan sebelumnya.

ketiga justru itu. Kenapa harus dihari ini? Kenapa banyak hal menjadi tidak menyenangkan dan kacau di hari ini? Z berusaha keras loh mempersiapkan hari ini agar bisa berjalan lancar. dan begitulah~

keempat Z paham realitas tidak bisa mengikut terlalu sempurna pada rencana. Dan usia bertambah menuntut pengertian yang lebih dalam, kesabaran lebih meningkat, kedewasaan yang lebih dan segala hal positif yang lebih lainnya. Z paham dan berusaha keras untuk menjalankan itu sebagaimana mestinya. Namun, saat nanti ditengah prosesnya ada banyak hal yang menyimpang maka mohon dimaklumi. Dan tolong arahkan lagi agar kembali.

kelima mungkin yang terakhir untuk side ini, terimakasih untuk setiap doa, ucapan, kue, pelukan dan kecup jauh yang melimpah hari ini. Doa terbaik semoga kembali juga kepada setiap pemilik hati yang melantunkannya. Meski jauh, banyak jarak mengukur disela-sela antara, paling tidak percayalah Aku pun merindu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ada

Ada waktu waktu yang seharusnya kita lupakan Seperti membalik halaman novel kedua puluh menuju halaman dua puluh satu Atau bahkan langsung meloncat ke halaman empat ratus dua puluh enam, sedang halaman ke empat ratus dua puluh tujuh tempat frasa The End berada Ada senja senja yang mestinya terlewat begitu saja Meski hujan rintik, lampu taman meredup, bangku taman basah, anak-anak bermain bola dengan girang, Ada bunga bunga terlarang untuk kita simpan Yang kadang misteriusnya melebihi mawar, wanginya melebihi semerbak melati, teduhnya melebihi kamboja Ada Ada hal hal yang patutnya diacuhkan Tapi mantra apa yang perlu diucap? Jika saja mantra itu benar adanya ... Ada. Lafadznya 19 November 2015 ngga sengaja nemu puisi ini di laptop. puisi yang ditulis pada saat dirumah dan cuti kuliah.

Untukmu dek, yang mulai merasa lelah dan bosan

apa kabar adikku sayang? "sudah November Kak. Kabar kami semakin kacau. 3 minggu lagi TO Propinsi, kemaren ni siap ujian mid kak. Sekarang nilai yang diterima nilai-nilai asli aja lagi. masih banyak pelajaran yang belum ngerti Kak ........dst" (tersenyum, menatapmu lembut) kemudian engkau menghela napas pelan, "ibuk tu ngajarnya gak jelas Kak. Udah kelas 3 masih aja tetap suka ngantuk di kelas Kak. masih sering tidur dikelas. masih main kartu dikelas, masih nonton pas guru ndak masuk, masih jarang ke mesjid buat dhuha padahal kelas sudah semakin dekat jaraknya dengan mesjid. tapi masih lebih dekat ke nena sih Kak...." (masih menyimakmu berbicara) "masih suka telat lah beberapa kali Kak. Kadang curi-curi waktu buat cabut, soalnya pelajarannya membosankan. Adalah beberapa kali ngebuatkan surat izin teman. masih suka ngebaca novel atau komik pas lagi belajar. Sekarang malah lagi sering-seringnya cek TL twitter

Email, pagi ini.

Dear Mr. Manager Good morning Setelah menimbang dan berfikir berulang kali, saya minta maaf. I just feel so drained that i don't have energy to fill this paper. To stand by myself, for explained what i did. I feel like i lost myself at this point. I am sorry but on serious note, typing this email with teary eyes. ...